Gempa M6,4, Pipa PDAM Jembatan Barowo Patah

  • 11 Jan 2026 15:22 WIB
  •  Talaud
Video

KBRN, Talaud : Wilayah Pantai Timur Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, diguncang gempa tektonik kuat pada Sabtu (10/1/2026) pukul 21.58 WIB. Berdasarkan data pemutakhiran BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo M 6,4 (terkoreksi dari estimasi awal M 7,1).

Pusat gempa (episenter) terletak di laut pada jarak 40 km arah tenggara Melonguane dengan kedalaman 31 km. BMKG mengategorikan peristiwa ini sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku, dengan mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal).

Guncangan kuat ini memicu kepanikan luar biasa, terlebih saat kejadian sedang berlangsung pemadaman listrik di wilayah terdampak. Di Desa Kiama Barat dan Mala Timur, warga dilaporkan berhamburan keluar rumah dalam kondisi gelap gulita.

Sejumlah kerusakan minor hingga menengah dilaporkan terjadi pada hunian warga dan fasilitas publik. Barang-barang rumah tangga seperti bingkai foto, lemari, hingga vas bunga terjatuh dan pecah. Salah satu kerusakan signifikan pada fasilitas publik terpantau pada instalasi pipa PDAM yang melintas di samping Jembatan Barowo.

Indikasi kerusakan instalasi air bersih akibat gempa ini diperkuat oleh kesaksian warga setempat, Antonius dan Isak, yang tinggal tak jauh dari lokasi pipa berbahan metal tersebut.

Direktur PDAM Talaud, Semuel Bentian, mengonfirmasi adanya laporan kerusakan tersebut. Ia menduga kuat bahwa patahnya pipa merupakan dampak langsung dari getaran gempa.

"Iya, ini mungkin pengaruh gempa. Besok petugas kami akan segera ke lokasi untuk melakukan perbaikan," ujar Semuel saat dihubungi. Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang memberikan laporan cepat terkait gangguan layanan ini.

Hingga Minggu (11/1/2026) dini hari, BMKG mencatat setidaknya empat aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan tren kekuatan yang kian meluruh:

M 4,7 (22.06 WIB)

M 4,3 (22.15 WIB)

M 3,2 (23.12 WIB)

M 4,2 (02.40 WIB)

Meskipun kekuatan gempa cukup signifikan, BMKG menegaskan bahwa rangkaian aktivitas tektonik ini tidak berpotensi tsunami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....