Apa Saja Dampak Negatif Erupsi Gunung Berapi?

  • 01 Mei 2024 13:06 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud : Gunung Ruang di Tagulandang Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), dengan ketinggian 725 mdpl, Kembali erupsi pada hari Selasa (30/4/2024).

Letusan gunung api yang terjadi disebut lebih dasyat dari yang terjadi sebelumnya.

Dikutip dari rri.co.id, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikan status Gunung Ruang dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV).

Sebelum erupsi, gempa terasa intens terjadi dari pukul 00.15 WITA sampai terjadinya erupsi pukul 02.25 WITA dan terus berlangsung intens dengan kolom erupsi kurang lebih 2.000 meter disertai dengan suara gemuruh dan gempa yang intens.

Erupsi gunung merupakan fenomena bencana alam yang tidak dapat diprediksi waktu meletusnya.

Bencana alam ini bisa menghasilkan kerusakan yang cukup besar di wilayah sekitar gunung.

Erupsi gunung api dapat memberikan dampak negatif bagi kehidupan manusia, lingkungan, dan ekosistem di sekitarnya.


Berikut dampak negatif dari letusan guung berapi yang dikutip dari berbagai sumber.


1. Hewan dan Manusia Meninggal

Fenomena erupsi gunung berapi akan memakan banyak korban makhluk hidup, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan.

Maka dari itu, masyarakat yang berada di sekitar gunung akan diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Jika tidak diungsikan, mereka akan berpotensi terkena awan panas, gas beracun, reruntuhan material vulkanik, dan lain sebagainya.


2. Pencemaran Udara

Erupsi gunung berapi juga mengakibatkan pencemaran udara yang buruk untuk kesehatan manusia.

Gunung yang meletus akan mengeluarkan seluruh material dari dalam perut bumi yang mengandung zat-zat berbahaya seperti sulfur (SO2), hidrogen sulfida (H2S), nitrogen dioksida (NO2) dan material debu lain yang mengandung racun.

Selain tidak baik untuk makhluk hidup, zat-zat tersebut juga tidak bagus untuk lingkungan karena bisa menyebabkan pencemaran udara.


3. Aktivitas Masyarakat Terhambat

Selama masa erupsi, seluruh aktivitas masyarakat di sekitar tentunya akan terhambat karena mereka harus mengungsi dalam waktu yang cukup lama.

Hal ini mengakibatkan para petani tidak dapat bercocok tanam dan pekerja lainnya terpaksa tidak mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Maka dari itu, selama masa bencana alam ini, Pemerintah dan organisasi pecinta lingkungan serta organisasi lainya yang membuka donasi berupa uang maupun pangan agar para terdampak bisa bertahan hidup.


4. Kerusakan Lingkungan

Erupsi gunung berapi bisa merusak lingkungan beserta ekosistem yang ada di sekitarnya.

Banyaknya material dari dalam bumi yang dikeluarkan saat gunung meletus bisa menghancurkan lingkungan sekitar.

Mulai dari lava yang yang bisa membakar hutan dan merusak infrastruktur di lingkungan sekitar, lahar dingin yang menghancurkan bangunan, lontaran bebatuan hujan pijar yang bisa menghancurkan bangunan, merusak lingkungan, hingga menewaskan makhluk hidup yang terkena.


5. Perubahan Cuaca

Selama fenomena ini terjadi, salah satu dampak paling besar yang akan terjadi adalah perubahan cuaca yang drastis.

Untuk beberapa waktu, daerah sekitar gunung mungkin akan mendapat hujan besar, panas berkepanjangan, guntur, iklim, dan masih banyak lainnya dalam jangka panjang.


6. Kelangkaan Pangan

Kelangkaan pangan terjadi akibat kerusakan lahan pertanian dan perkebunan yang berdampak pada masyarakat di sekitarnya.


7. Kepunahan Beberapa Spesies

Dampak negatif dari gunung berapi lainnya yakni, beberapa spesies yang tinggal di wilayah itu terancam populasinya menurun atau bahkan punah.

Alasannya ada banyak, mulai dari menghilangnya habitat para hewan liar, mati karena menghirup zat-zat berbahaya, terkena lontaran material, kelaparan, dan tidak menemukan tempat baru.


8. Potensi Tsunami

Saat terjadi erupsi di wilayah daratan, masyarakat hanya merasakan dua bencana alam saja, yaitu gunung meletus dan gempa bumi.

Tapi jika erupsi terjadi di lautan, seperti yang pernah terjadi pada Gunung Krakatau, manusia akan dihadapkan dengan tiga bencana alam besar dalam waktu yang berdekatan, mulai dari gempa bumi, erupsi, hingga tsunami dengan gelombang yang besar.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....