Jangan Disepelekan, Ini Risiko Makan Makanan Kedaluwarsa

  • 21 Agt 2026 22:11 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud - Makanan yang sudah kedaluwarsa sebaiknya tidak dikonsumsi. Selain mengalami penurunan kualitas, makanan yang tidak disimpan atau ditangani dengan baik dapat terkontaminasi mikroorganisme berbahaya dan meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut makanan yang tidak aman dapat menyebabkan lebih dari 200 jenis penyakit. Penyebabnya beragam, mulai dari bakteri, virus, parasit, hingga bahan kimia dan racun tertentu yang mencemari makanan.

Gangguan kesehatan akibat makanan yang terkontaminasi dapat berupa mual, muntah, sakit perut, diare, hingga demam. Tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis kontaminan dan kondisi tubuh.

WHO menjelaskan, kontaminasi makanan dapat terjadi pada berbagai tahapan, mulai dari produksi, pengolahan, penyimpanan, hingga makanan siap dikonsumsi. Karena itu, keamanan makanan tidak hanya ditentukan oleh tanggal pada kemasan, tetapi juga cara makanan tersebut ditangani dan disimpan.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa tidak semua tanggal yang tercantum pada kemasan memiliki arti yang sama. Departemen Pertanian Amerika Serikat atau USDA menjelaskan bahwa label seperti Best if Used By pada sejumlah produk lebih berkaitan dengan kualitas terbaik makanan dan tidak selalu berarti makanan langsung menjadi tidak aman setelah tanggal tersebut.

Namun, apabila sebuah produk memiliki tanggal yang menunjukkan batas keamanan konsumsi sesuai ketentuan atau petunjuk produsennya, konsumen perlu mematuhinya. Makanan yang telah melewati batas tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi, terutama jika termasuk produk yang mudah rusak.

Tanda kerusakan makanan juga perlu diperhatikan. Perubahan bau, warna, tekstur, atau munculnya jamur dapat menjadi indikasi makanan sudah mengalami kerusakan. Meski demikian, makanan yang terlihat dan berbau normal belum tentu aman karena mikroorganisme berbahaya tidak selalu menimbulkan perubahan yang dapat dikenali dengan indera.

Cara penyimpanan juga memiliki peran penting. WHO menganjurkan makanan yang mudah rusak disimpan pada suhu yang aman dan tidak membiarkan makanan matang berada terlalu lama pada suhu ruang. Memisahkan makanan mentah dan matang serta memasak makanan hingga benar-benar matang juga menjadi bagian dari prinsip keamanan pangan.

Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa kondisi dan informasi pada kemasan sebelum mengonsumsi makanan. Jangan hanya mengandalkan aroma atau tampilan untuk menentukan keamanan suatu produk.

WHO merangkum langkah menjaga keamanan pangan melalui lima prinsip utama, yakni menjaga kebersihan, memisahkan makanan mentah dan matang, memasak hingga matang, menjaga makanan pada suhu yang aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman.

Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko penyakit akibat makanan. Dengan lebih teliti membaca label, menyimpan makanan dengan benar, dan tidak mengonsumsi produk yang memang sudah melewati batas keamanan, masyarakat dapat menjaga makanan tetap aman bagi keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....