Kesempatan Kedua dari dalam Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung

  • 05 Agt 2026 14:04 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandung terus mengembangkan berbagai program pembinaan sebagai bekal bagi warga binaan untuk memulai kehidupan baru setelah bebas. Melalui pembinaan kepribadian dan kemandirian, warga binaan didorong memiliki keterampilan, kepercayaan diri, serta semangat untuk kembali berperan di tengah masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Gayatri Rachmi Rilowati, saat menjadi narasumber Podcast Antara di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung yang bekerja sama dengan RRI disiarkan Rabu 5 Agustus 2026.

Gayatri menjelaskan, program pembinaan di dalam lapas mencakup pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian merupakan bagian dari 15 program aksi dari Kementerian IMIPAS tidak terlepas juga dari program Astacita dari Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden. Menurutnya, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan life skill yang sejalan dengan upaya peningkatan pelaku UMKM bagi warga binaan. "Kegiatan kemandirian ada juga kegiatan pembinaan kepribadian. Untuk kegiatan kemandirian karena itu kaitannya dengan life skill, tentu saja itu sejalan dengan program untuk peningkatan UMKM bagi warga binaan yang ada di dalam lembaga pemasyarakatan."ungkapnya.

Selain itu, warga binaan juga dilibatkan dalam program ketahanan pangan melalui kegiatan pertanian. Hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas dan sebagian dipasarkan kepada masyarakat. Program tersebut diharapkan turut memberikan manfaat bagi kesejahteraan warga binaan.

Sementara itu, mantan warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Nia, mengungkapkan bahwa pembinaan yang diterimanya menjadi titik awal proses pemulihan diri. Ia mengatakan setiap warga binaan baru didorong mengikuti kegiatan keagamaan dan berbagai program pembinaan yang tersedia. "Banyak sekali kegiatan yang bisa kami ikuti. Itulah yang sebenarnya menjadi pondasi kami untuk berusaha pulih. Kegiatan-kegiatan di sini juga banyak berkolaborasi dengan pihak luar. Orang-orang itu memberi semangat kepada kami, membuat kami merasa tidak dihakimi, merasa didengar, dan memiliki kesempatan untuk bisa tampil."katanya.

Melalui berbagai program pembinaan tersebut, Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung berharap warga binaan memperoleh kesempatan kedua untuk memperbaiki diri, memiliki bekal keterampilan, serta mampu kembali diterima dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....