Hari Teratai Putih Diperingati 8 Mei, Ini Sejarahnya

  • 07 Mei 2026 12:56 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud : Hari Teratai Putih diperingati setiap tanggal 8 Mei oleh komunitas teosofi di berbagai negara sebagai bentuk penghormatan kepada Helena Petrovna Blavatsky, tokoh asal Rusia yang dikenal sebagai salah satu pendiri gerakan Teosofi modern. Peringatan ini juga menjadi momen refleksi spiritual bagi para pengikut ajaran tersebut.

Dilansir dari National Today, nama Hari Teratai Putih berasal dari peristiwa yang terjadi setahun setelah wafatnya Blavatsky. Salah satu pendiri Masyarakat Teosofi, Kolonel Henry Steel Olcott, mengamati banyak bunga teratai putih tumbuh di kawasan markas besar organisasi di Adyar, Chennai, India. Peristiwa itu kemudian dianggap memiliki makna simbolis dan dijadikan bagian dari tradisi peringatan tahunan.

Gerakan Teosofi modern bermula dari berdirinya Masyarakat Teosofi di Kota New York, Amerika Serikat, pada tahun 1875. Organisasi tersebut didirikan oleh Helena Blavatsky bersama Henry Steel Olcott dan William Quan Judge dengan tujuan mempelajari ajaran spiritual, filsafat, dan kebijaksanaan kuno dari berbagai tradisi dunia.

Beberapa tahun setelah berdiri, pusat kegiatan organisasi dipindahkan ke India dan menetap di Adyar, Chennai. Hingga kini, lokasi tersebut masih menjadi markas internasional Masyarakat Teosofi dan dikenal sebagai pusat aktivitas spiritual serta pendidikan teosofi dunia.

Secara etimologis, istilah teosofi berasal dari bahasa Yunani, yakni “theos” yang berarti Tuhan atau dewa, serta “sophia” yang berarti kebijaksanaan. Istilah tersebut secara umum dimaknai sebagai “kebijaksanaan ilahi”.

Dalam ajarannya, teosofi menekankan pencarian pengalaman spiritual dan keyakinan akan adanya realitas yang lebih dalam di balik kehidupan manusia. Para pengikutnya percaya bahwa pemahaman spiritual dapat diperoleh melalui meditasi, intuisi, refleksi, maupun pengalaman mistik lainnya.

Gerakan ini juga dikenal mendorong kajian terhadap berbagai ajaran agama dan teks suci dari beragam budaya. Para teosofis meyakini bahwa setiap agama memiliki nilai kebijaksanaan batin yang dapat dipelajari untuk memahami hakikat manusia dan alam semesta.

Selain itu, teosofi turut memberi pengaruh terhadap perkembangan berbagai gerakan spiritual dan pemikiran esoteris di dunia Barat. Sejumlah pengamat menyebut gerakan ini berperan dalam memperkenalkan filosofi Timur kepada masyarakat Eropa dan Amerika pada akhir abad ke-19.

Peringatan Hari Teratai Putih hingga kini masih dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari kegiatan doa, meditasi, pembacaan karya Helena Blavatsky, hingga diskusi spiritual yang digelar komunitas teosofi di sejumlah negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....