Cara Menghadapi Bullying Terhadap Anak

  • 21 Apr 2026 18:08 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID,Talaud - Bullying atau perundungan adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang kali untuk menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi orang lain yang dianggap lebih lemah. Perbedaan utama bullying dengan konflik biasa adalah adanya ketimpangan kekuasaan antara pelaku dan korban.

Tindakan ini sangat berbahaya karena dapat memicu masalah kesehatan mental yang serius, seperti depresi, kecemasan, hingga trauma jangka panjang baik bagi korban maupun pelaku. Secara singkat, bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan dengan sengaja dan berulang kali untuk menyakiti, mengintimidasi, atau menjatuhkan orang lain. Ciri utamanya adalah adanya ketidakseimbangan kekuatan, di mana pelaku merasa lebih kuat atau lebih berkuasa daripada korbannya.

Mengatasi pelaku bullying memerlukan tindakan tegas, kepercayaan diri, dan dukungan lingkungan. Hadapi dengan tenang, jangan tunjukkan rasa takut, abaikan provokasi, dan laporkan segera ke pihak berwenang (guru/atasan). Kumpulkan bukti, bangun kepercayaan diri, serta jalin pertemanan untuk mendapatkan perlindungan sosial. ( Ahli Pakar Hallodoc ) :

Berikut 5 cara mengatasi bullying:
  1. Melaporkan ke Pihak Berwenang (Sekolah/Orang Tua, Jangan mendiamkan perundungan. Segera laporkan kejadian kepada guru, guru BK, atau orang tua untuk ditindaklanjuti. Mendiamkan pelaku justru bisa membuat perundungan terus berlanjut.
  2. Mendampingi dan Mendukung Korban, Berikan rasa aman dan perlindungan kepada korban. Yakinkan mereka bahwa perundungan bukan kesalahan mereka dan mereka tidak sendirian.
  3. Memberikan Edukasi dan Sosialisasi Anti-Bullying, Mengadakan penyuluhan tentang dampak buruk bullying untuk meningkatkan kesadaran dan empati, baik di lingkungan sekolah maupun sosial.
  4. Menerapkan Kebijakan dan Sanksi Tegas, Sekolah harus membuat aturan tegas yang melarang perundungan dan memberikan konsekuensi logis yang mendidik, bukan hanya menghukum, kepada pelaku.
  5. Meningkatkan Rasa Percaya Diri dan Aktivitas Positif, Membantu korban membangun kembali kepercayaan dirinya dan mengalihkan fokus ke aktivitas positif seperti ekstrakurikuler atau hobi agar tidak terpaku pada pengalaman traumatis.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....