Renungan Kristen: Sungguh Ia Ini adalah Anak Allah

  • 03 Apr 2026 19:44 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, TALAUD - Jumat, 3 April 2026, umat Kristen memperingati Jumat Agung. Jemaat Gereja Pantekosta (GP) Solafide Kiama melaksanakan ibadah dengan penuh khidmat. Ibadah ini dipimpin oleh Wakil Gembala, Osman Tatilang, dengan pembacaan Firman Tuhan dari Injil Matius pasal 27:45–56, yang mengisahkan detik-detik kematian Yesus Kristus di kayu salib.

Dalam renungannya yang bertema “Sungguh Ia Ini adalah Anak Allah”, khadim menyampaikan bahwa peristiwa kematian Yesus Kristus bukanlah kejadian biasa, melainkan momen penuh makna dan keajaiban.

Ia menjelaskan beberapa peristiwa luar biasa yang terjadi saat Yesus wafat. Salah satunya adalah kegelapan yang meliputi seluruh daerah pada pukul 12 siang. Hal ini dimaknai sebagai gambaran ketika manusia berada dalam kegelapan hidup. Dalam kondisi tersebut, jemaat diajak untuk datang kepada Tuhan agar memperoleh kemenangan dan terang.

Selain itu, tabir Bait Suci yang terbelah dua menjadi tanda bahwa tidak ada lagi pemisah antara manusia dengan Tuhan. Jalan untuk datang dan menyembah Tuhan telah terbuka sepenuhnya bagi setiap orang.

Peristiwa lain yang tak kalah dahsyat adalah terjadinya gempa bumi, bukit-bukit batu yang terbelah, serta kuburan-kuburan yang terbuka, bahkan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Semua ini menunjukkan kuasa Tuhan yang nyata dalam peristiwa penyaliban.

Dalam pesan reflektifnya, khadim menegaskan bahwa Jumat Agung adalah hari pengorbanan, di mana darah Anak Allah tercurah untuk menebus dosa manusia. “Hari ini bukan hari biasa, tetapi hari di mana kita telah ditebus,” ujarnya.

Ia juga mengajak jemaat untuk senantiasa datang kepada Tuhan dalam segala keadaan, karena di dalam Tuhan terdapat jalan keluar, kelegaan, dan sukacita.

Menariknya, setelah kematian Yesus, banyak orang yang sebelumnya tidak mengenal-Nya akhirnya mengakui bahwa Dia adalah Anak Allah, sebagaimana tertulis dalam Matius 27:54.

Ibadah Jumat Agung ini juga dirangkaikan dengan Perjamuan Kudus, yang menjadi simbol peringatan akan pengorbanan Yesus Kristus bagi umat manusia.

Melalui ibadah ini, jemaat diingatkan kembali akan kasih Tuhan yang begitu besar, serta diajak untuk hidup dalam iman dan pengharapan kepada-Nya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....