KPID Sulut Dorong Kolaborasi Radio saat Bencana Alam

  • 16 Feb 2026 20:49 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Manado – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Utara mendorong lembaga penyiaran radio untuk memperkuat siaran kolaborasi, khususnya saat terjadi bencana alam seperti banjir dan cuaca ekstrem.

Langkah ini dinilai penting untuk menangkal derasnya informasi di media sosial yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan dari sisi waktu, lokasi, maupun akurasi isi.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Utara, Reidi Sumual, mengatakan radio memiliki keunggulan karena bekerja dalam koridor regulasi penyiaran yang jelas dan bertanggung jawab.

Hal tersebut menjadikan radio sebagai medium informasi yang terpercaya bagi masyarakat, terutama dalam situasi darurat.

“Pada saat bencana, publik Sulawesi Utara membutuhkan informasi yang cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Siaran kolaborasi antar radio bisa menjadi jawabannya karena radio memiliki regulasi yang benar dan jelas,” kata Reidi menindaklanjuti kepada RRI melalui pesan Whatsapp, hari minggu 15 februari 2026.

Perhatian pimpinan, penasehat, pengelola LPP dan LPS radio se-Sulut ditahun sebelumnya sudah membahas terkait kolaborasi ini yang direncanakan akan dilakukan ditahun ini dan kedepannya.

Menurutnya, kolaborasi siaran bukan hanya memperluas jangkauan informasi, tetapi juga memperkuat fungsi radio sebagai media pelayanan publik.

Dengan berbagi sumber informasi resmi dan terverifikasi, radio dapat meminimalisasi penyebaran hoaks yang kerap muncul di media sosial saat bencana terjadi.

Reidi juga mengatakan, publik Sulawesi Utara saat ini menantikan kreativitas insan radio dalam mengemas informasi kebencanaan yang edukatif, informatif, dan menenangkan.

Kreativitas tersebut diharapkan tetap mengacu pada etika penyiaran dan kepentingan keselamatan masyarakat yang menekankan pentingnya sinergi antar radio dalam situasi krisis dan darurat pada kondisi alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....