Waspadai Gejala Kecanduan Game Online, Bisa Berdampak Psikologis
- 14 Feb 2026 21:27 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, TALAUD – Kecanduan game online kini menjadi salah satu masalah yang semakin banyak ditemukan di berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Meski bermain game dapat menjadi sarana hiburan dan pelepas stres, kebiasaan yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan serius, baik secara psikologis maupun fisik.
Seseorang dapat dikatakan mengalami kecanduan game online apabila telah menunjukkan sejumlah gejala yang berlangsung selama satu tahun atau lebih. Menurut Alodokter.com seperti dikutip Sabtu, 14 Februari 2026, Salah satu tanda utama adalah adanya keinginan kuat untuk bermain game setiap waktu. Aktivitas bermain bukan lagi sekadar hiburan, melainkan menjadi kebuthan yang sulit dikendalikan.
Gejala lain yang sering muncul adalah perubahan emosi ketika tidak bisa bermain. Penderita dapat merasa murung, stres, mudah marah, bahkan gelisah saat akses bermain game terhambat. Kondisi ini menunjukkan adanya ketergantungan secara emosional terhadap permainan tersebut.
Tak hanya itu, individu yang mengalami kecanduan biasanya memerlukan waktu bermain yang semakin lama untuk mendapatkan kepuasan yang sama. Mereka cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain game hingga mengabaikan aktivitas penting lainnya, seperti makan, mandi, belajar, maupun bekerja.
Dampaknya pun dapat meluas ke lingkungan sekitar. Kebiasaan bermain game secara berlebihan kerap menimbulkan masalah di rumah, sekolah, atau tempat kerja. Beberapa orang bahkan memilih untuk berbohong kepada keluarga atau rekan kerja demi menutupi durasi bermain yang berlebihan. Dalam beberapa kasus, pengeluaran uang untuk membeli game atau item dalam permainan juga menjadi tidak terkendali.
Selain gejala psikologis, kecanduan game online juga memicu gangguan fisik. Penderita dapat mengalami kelelahan, sakit kepala atau migrain, nyeri punggung akibat duduk terlalu lama, hingga gangguan penglihatan seperti mata berkunang-kunang. Pada kondisi yang lebih parah, gangguan saraf pada tangan dapat terjadi karena penggunaan perangkat secara terus-menerus dalam waktu lama.
Ironisnya, sebagian pecandu tidak menyadari bahwa dirinya mengalami masalah. Mereka merasa kebiasaan tersebut masih dalam batas wajar, meskipun telah mengganggu fungsi sosial dan keseharian.
Para ahli menyarankan agar orang tua dan lingkungan sekitar lebih peka terhadap perubahan perilaku yang terjadi. Apabila gejala berlangsung lama dan semakin memburuk, pemeriksaan kejiwaan oleh psikolog atau psikiater diperlukan untuk memastikan diagnosis serta mendapatkan penanganan yang tepat.
Kesadaran dan pengendalian diri menjadi kunci utama dalam mencegah kecanduan game online. Bermain game secara bijak dan seimbang dengan aktivitas lain dapat membantu menjaga kesehatan mental dan fisik tetap optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....