Barongsai Warisan Budaya Tionghoa

  • 11 Feb 2026 09:07 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID. Talaud - Barongsai menjadi salah satu pertunjukan yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Melansir dari Indonesia Kaya tarian tradisional Tionghoa ini dikenal melalui kostum singa berwarna cerah yang dimainkan dua orang penari lengkap dengan iringan tabuhan tambur, gong, dan simbal yang menghentak. Gerakannya memadukan unsur tari, bela diri, dan akrobatik sehingga menghadirkan pertunjukan yang enerjik sekaligus memikat perhatian masyarakat.

Secara umum barongsai terbagi dalam dua jenis utama yakni singa utara dan singa selatan. Singa utara biasanya berciri bulu tebal dan tampilan menyerupai singa asli sedangkan singa selatan lebih ekspresif dengan gerakan lincah serta bentuk kepala yang dekoratif. Dalam setiap atraksinya barongsai kerap melakukan prosesi “memakan” angpao dan sayuran yang digantung sebagai simbol doa akan keberuntungan, rezeki, dan keselamatan.

Secara historis barongsai dipercaya telah berkembang di Tiongkok sejak ribuan tahun lalu. Kesenian ini berawal dari legenda masyarakat yang mengusir makhluk buas menggunakan suara keras dan warna mencolok. Pada masa Dinasti Han hingga Dinasti Tang, barongsai kemudian menjadi bagian dari ritual keagamaan yang diyakini mampu menolak bala dan membawa kedamaian.

Tradisi ini menyebar ke berbagai negara Asia seiring migrasi masyarakat Tionghoa termasuk ke Indonesia sekitar abad ke-17. Istilah barongsai sendiri merupakan perpaduan kata “barong” dalam bahasa Jawa dan “sai” dalam dialek Hokkian yang sama-sama berarti singa. Sejak saat itu barongsai berkembang dengan sentuhan lokal tanpa meninggalkan akar budayanya.

Di Indonesia barongsai sempat mengalami pembatasan pada masa Orde Baru ketika ekspresi budaya Tionghoa dibatasi. Namun setelah era Reformasi kesenian ini kembali tampil di ruang publik dan berkembang pesat tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan dalam berbagai kompetisi.

Kini barongsai menjadi simbol keberagaman budaya yang mempererat kebersamaan di tengah masyarakat Indonesia. Tidak hanya dipelajari oleh komunitas Tionghoa, kesenian ini juga diminati berbagai etnis dan generasi muda. Kehadirannya mencerminkan semangat toleransi dan harmoni dalam kehidupan bangsa yang majemuk.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....