Makna Kilau Emas Dalam Imlek

  • 11 Feb 2026 08:38 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud - Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan nuansa merah dan kilauan emas yang menghiasi berbagai sudut rumah, tempat ibadah, hingga pusat perbelanjaan. Warna emas tampak dominan pada dekorasi, angpao, ornamen, hingga sajian khas yang tersaji di meja keluarga. Lebih dari sekadar estetika kilau emas menyimpan filosofi panjang yang berakar dari peradaban Tionghoa ribuan tahun silam.

Dalam pandangan kosmologi Tionghoa, emas berkaitan dengan elemen logam yang termasuk dalam konsep lima unsur kehidupan atau Wu Xing. Unsur logam melambangkan keteguhan, kekuatan, dan kemakmuran. Kehadirannya dipercaya menjaga harmoni serta keseimbangan antara manusia dan alam semesta.

Warna emas juga kerap dimaknai sebagai simbol keberuntungan dan perlindungan. Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa energi yang terpancar dari warna ini mampu menghadirkan kesejahteraan materi sekaligus ketenteraman batin. Secara simbolik emas dikaitkan dengan matahari sebagai sumber cahaya dan kehidupan yang memberi harapan akan masa depan yang cerah.

Secara historis, emas memiliki kedudukan istimewa pada masa kekaisaran Tiongkok. Warna ini menjadi lambang kekuasaan tertinggi dan kedaulatan kaisar. Istana, ornamen kerajaan, hingga busana kebesaran didominasi warna emas sebagai representasi hubungan sakral antara penguasa dan langit.

Tak hanya dalam aspek sejarah dan simbol kekuasaan, makna emas juga hadir dalam praktik Feng Shui. Dalam tradisi ini warna emas dipercaya mampu menarik energi Chi yang harmonis, mendukung keseimbangan hidup, serta membuka pintu rezeki dan keberuntungan. Simbol kemakmuran tersebut turut tercermin dalam tradisi berbagi angpao. Amplop merah yang sering kali berisi uang baru atau koin berwarna emas menjadi lambang aliran berkah dari orang tua kepada anak-anak. Pemberian angpao bukan sekadar tradisi melainkan doa agar generasi penerus memperoleh kebahagiaan dan masa depan yang sejahtera.

Nuansa emas juga terlihat dalam hidangan khas Imlek. Lumpia dengan warna keemasan, jeruk mandarin yang cerah, hingga ikan kukus yang disajikan utuh memiliki makna simbolik tentang kelimpahan dan rezeki yang terus mengalir sepanjang tahun. Bentuk dan warna makanan tersebut dipercaya membawa harapan akan kehidupan yang makmur dan penuh keberuntungan.

Melalui dominasi warna emas perayaan Imlek tidak hanya menjadi momen pergantian tahun dalam kalender lunar tetapi juga sarana memperkuat doa, harapan, serta nilai-nilai filosofis yang diwariskan lintas generasi. Kilau emas menjadi pengingat akan pentingnya keseimbangan, kemakmuran, dan keharmonisan dalam menjalani kehidupan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....