Hari Alat Tulis Sedunia - Rabu Terakhir Bulan April

  • 29 Apr 2025 14:49 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud : Hari Alat Tulis Sedunia merupakan acara tahunan yang diperingati setiap hari Rabu terakhir bulan April dan tahun ini akan diadakan pada tanggal 30 April. Kita menggunakan hari tersebut untuk merayakan semua alat tulis yang meliputi pena, pensil, kertas, stapler, penghapus, stabilo, spidol, kartu pos, krayon, dan pita perekat. Alat tulis digunakan untuk korespondensi tertulis dan merupakan alat penting dalam korespondensi.

Sejak zaman prasejarah, manusia telah menggunakan berbagai macam alat dan perkakas untuk menulis surat, menyampaikan pesan, atau menyimpan informasi. Saat ini, alat tulis masih memainkan peran utama dalam masyarakat kita meskipun teknologi telah maju.

Kata 'alat tulis' berasal dari kata Latin Abad Pertengahan 'stationarius', yang berarti 'tidak berubah' atau 'permanen'. Menurut Wikipedia, alat tulis mengacu pada "alat tulis yang diproduksi secara komersial, termasuk kertas potong, amplop, alat tulis, kertas format kontinu, dan perlengkapan kantor lainnya." Alat tulis juga dapat berarti kertas khusus yang digunakan untuk menulis surat.

Menurut beberapa sejarawan, kertas ditemukan oleh seorang kasim Tiongkok bernama Tsai Lun sekitar tahun 121 M. Ia tampaknya melakukannya dengan mencampur kulit bagian dalam pohon mulberry dengan serat bambu. Sebelumnya, catatan kuno ditulis di atas bambu, yang cukup berat, atau sutra, yang mahal. Selain itu, orang Mesir kuno akan membentuk tanaman papirus menjadi lembaran padat dan kering.

Pena juga dapat ditelusuri kembali ke zaman kuno. Pada tahun 1300 SM, pena logam digunakan untuk menulis di atas lempengan lilin oleh orang Romawi. Instrumen besi ini berbentuk seperti pensil, runcing di satu ujung, sementara datar dan melingkar di ujung lainnya. Selama periode yang sama, juru tulis Asia menggunakan pena perunggu. Bertahun-tahun kemudian, orang Mesir menggunakan buluh bambu/calamus yang tebal. Pena bulu yang terkenal baru muncul pada abad keenam di Seville, Spanyol. Terbuat dari bulu angsa atau bulu angsa, pena bulu bertahan selama berabad-abad dan mulai digunakan di seluruh dunia. Pada abad ke-19, pulpen ditemukan, yang langsung menggantikan pulpen bulu.

Pada abad ke-21, pena dan kertas mulai kurang populer karena kemajuan teknologi. Pembelajaran daring, dengan penggunaan perangkat seluler, baru-baru ini telah merevolusi sistem pendidikan. Komunikasi melalui SMS dan email telah menggantikan seni lama menulis surat. Bahkan catatan pribadi kini dibagikan melalui aplikasi seluler. Namun, dalam semua ini, alat tulis kuno belum sepenuhnya punah karena masih terbukti berguna di dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....