Asal Usulnya Ritual Adat Mane'e
- 02 Agt 2024 05:11 WIB
- Talaud
KBRN, Talaud : Maneʼe adalah salah satu tradisi menangkap ikan secara massal yang sudah lama dilakukan oleh masyarakat Desa Kakorotan di Kecamatan Nanusa Kabupaten Kepulauan Talaud Propinsi Sulawesi Utara.adalah tradisi masyarakat di kepulauan talaud, Sulawesi Utara yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut dilakukan untuk memperingati puncak surut air laut ketika masa eha berakhir. Eha sendiri merupakan periode pelarangan mengambil hasil laut dan darat yang berlangsung antara 3 hingga 6 bulan. Sanksi diarak berkeliling kampung dengan ikan-ikan yang digantung di badan akan diberlakukan bagi siapapun yang berani melanggarnya.[1]
lahirnya tradisi Mane'e dilatarbelakangi oleh sebuah gempa besar dan gempa besar tersebut yang memicu Tsunami pada tahun 1628. Akibat bencana alam ini, pulau Kakorotan induk terbelah menjadi tiga bagian, yaitu Pulau Kakorotan, Pulau Intata dan Pulau Malo.Festival Mane'e adalah tradisi adat penangkapan ikan masyarakat Pantai Malo, Kokorotan, Sulawesi Utara. Ritual ini biasanya disebut dengan ritual menangkap ikan dengan doa-doa dalam bahasa adat kuno. Festival ini jadi bentuk permohonan pada Tuhan supaya para nelayan bisa dapat tangkapan berlimah,Melalui festival ini, masyarakat dapat merayakan dan menghormati nilai-nilai budaya mereka sambil menginspirasi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan kreatif dan positif seperti ini. Ungkap Kepala Dinas Priwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Talaud, ( Siti. H. Bidulang SP, M. Si), Yang Menjadi Narasumber dalam Program Magota Bacirita Siaran Berjaringan Budaya Korvil V Manado, Gorontalo, Tahuna, dan Talaud Kamis, 1 Agustus 2024 di pukul 13.00 Wita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....