Dialog Kerukunan Sulut, Bahas Tantangan Moderasi Beragama

  • 07 Nov 2025 11:20 WIB
  •  Talaud

KBRN, Manado : Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M. Pd, berperan sebagai salah satu pembicara dalam acara Dialog Kerukunan Umat Beragama yang diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulut, yang digelar di Hotel Gran Puri Manado, Kamis (6/11)

Acara ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulut yang diwakili oleh Asisten I, Dr. Denny Mangala, M. Si. Hadir pula pada acara tersebut Kepala Kesbangpol Sulut, berbagai tokoh pemerintahan, tokoh agama, serta pemuda dan mahasiswa dari beberapa wilayah di Sulut.

Selain Kakanwil Kemenag Sulut, menjadi narasumber juga adalah perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulut dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut. Dalam presentasinya, Dr. H. Ulyas Taha menyampaikan materi yang berjudul “Kerukunan Umat Beragama, Pilar Utama Kerukunan di Provinsi Sulawesi Utara. ”

Ia menekankan bahwa kerukunan antar umat beragama adalah elemen krusial dalam kehidupan sosial, baik di skala nasional maupun dalam konteks lokal di Sulawesi Utara. Kakanwil mengungkapkan bahwa Sulawesi Utara adalah cerminan kerukunan dan toleransi di Indonesia, di mana masyarakatnya dapat menjaga keharmonisan di tengah variasi agama, suku, dan budaya. Selanjutnya, ia menjelaskan beberapa tantangan dalam mempertahankan kerukunan, seperti munculnya intoleransi, ancaman radikalisasi dan ekstremisme, faktor sosial-ekonomi yang menciptakan kesenjangan, serta kurangnya pemahaman agama yang menyeluruh.

Kakanwil juga menyoroti posisi penting Kementerian Agama dalam membangun dan memelihara kerukunan antarumat beragama melalui:

1. Penguatan konsep moderasi beragama untuk pendekatan yang seimbang.

2. Pengembangan pendidikan agama dengan kurikulum yang mengedepankan nilai cinta.

3. Penyelenggaraan dialog dan forum antar agama.

4. Pemberdayaan institusi keagamaan di tingkatan dasar.

5. Pemanfaatan teknologi digital untuk menyebarkan pesan damai.

Diakhir pemaparannya, Kakanwil menyampaikan bahwa saat ini Provinsi Sulawesi Utara menduduki peringkat keempat secara nasional dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) dengan skor 79,9, yang merupakan pencapaian yang patut diapresiasi dan menjadi dorongan untuk terus menjaga keharmonisan yang sudah ada di wilayah ini.

“Kerukunan harus dijaga dengan baik. Ia bukan hanya sebuah warisan, tetapi juga menjadi tanggung jawab kolektif untuk menciptakan Indonesia yang damai dan bermartabat,” kata Ulyas Taha mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....