Merayakan Hidup di Tapal Batas Utara NKRI
- 27 Okt 2025 13:32 WIB
- Talaud
KBRN, Talaud: Siang itu, Kota Melonguane terasa basah oleh sisa hujan semalam. Walaupun awan masih berwajah mendung, udara tetap hangat, memeluk pulau dengan suhu sekitar 30 derajat Celsius.
Di tengah suasana itu, sebuah panggung meriah dengan dekorasi balon ungu, putih, dan merah jambu menjadi pusat perhatian. Hari itu, warga Germita Ebenhaezer Melonguane merayakan peringatan 28 tahun Gereja Masehi Injili Talaud Bersinode.
Di dalam tenda perayaan, puluhan meja persegi panjang sudah dijejali aneka hidangan yang dibawa oleh majelis dan anggota jemaat. Namun, jika diamati lebih dekat, di antara para jemaat yang memakai dress dan jas, tampak beberapa orang berkerudung dan memakai kopiah, baik yang tua maupun muda, tengah meletakkan hidangan serupa.
Kehadiran mereka bukanlah kebetulan. Bagi umat Muslim di Talaud, datang ke acara keagamaan saudaranya sudah menjadi tradisi yang mengakar. Mereka tidak hanya hadir sebagai tamu kehormatan; mereka adalah bagian dari perayaan itu sendiri.
Bukan hanya kehadiran fisik, kontribusi yang mereka berikan pun melampaui batas. Dalam momen perayaan ini, perwakilan umat Muslim turut menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 2.100.000 untuk membantu proses pembangunan Gereja Jemaat Ebenhaezer Melonguane.
Hubungan timbal balik ini mengalir layaknya air laut di perbatasan. Di seberang, hal yang tidak jauh berbeda dilakukan kepada Umat Kristiani. Mereka akan diundang untuk datang ke rumah ketika Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, atau bahkan Acara Aqiqah dari anak atau cucu. Tak jarang, undangan itu disampaikan seminggu sebelum acara agar tidak lupa untuk hadir.
Ini adalah pemandangan yang begitu lumrah bagi warga Talaud tapi menjadi sangat "mewah" di tempat lain. Ketika media sosial dan televisi dihebohkan dengan berita tentang peristiwa intoleransi di berbagai wilayah di tanah air Melonguane menyajikan sebuah antitesis. Di Tanah Porodisa, kerukunan bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah denyut kehidupan nyata, di mana aroma masakan Lebaran dan kue Natal telah lama berbaur menjadi satu. (EP)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....