Momo Sangihe 2026 Nadila, Suarakan Anti-Bullying dan Promosi Pariwisata
- 04 Okt 2026 05:43 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Semangat menginspirasi dan membawa perubahan positif bagi masyarakat terus digelorakan oleh para figur berprestasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Perjalanan hidup, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap pariwisata daerah diulas secara mendalam dalam program obrolan Spada Pro2 RRI Tahuna, Sabtu (3/10/2026).
Nadila Momo Sangihe 2026 membedah lika-liku perjuangannya hingga sukses meraih mahkota prestisius tersebut. Di balik gemerlap gelar yang disandangnya, ia sempat melewati fase-fase sulit, termasuk tantangan dalam mencari dukungan sponsor yang hampir membuatnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari ajang pemilihan.
Berkat keteguhan tekad serta uluran tangan dan dukungan penuh dari Dharma Wanita Dinas Pariwisata, termasuk peran Ibu Debbie, ia berhasil melewati rintangan tersebut. Perjalanan itu kini dijadikannya sebagai motivasi untuk mendedikasikan diri sepenuhnya dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, khususnya anak-anak muda di Sangihe.
Fokus utama kepedulian sosial yang diusungnya erat kaitannya dengan upaya pencegahan tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Melalui wadah program seperti UMS Youth Academy, ia bertekad untuk turun tangan langsung mengedukasi generasi muda agar senantiasa saling merangkul, menghargai sesama, dan menghentikan segala bentuk kekerasan verbal maupun fisik.
"Tentu. Awalnya saya mengikuti proses pemilihan Momo Sangihe dan berhasil masuk 10 besar. Dalam perjalanan itu sebenarnya ada banyak tantangan, termasuk masalah dukungan dan sponsor. Saya bahkan sempat berpikir untuk mengundurkan diri. Tetapi setelah berusaha mencari dukungan, akhirnya saya mendapat bantuan dari Dharma Wanita Dinas Pariwisata. Dari situlah saya bisa melanjutkan proses sampai akhirnya terpilih sebagai Momo Sangihe 2026," ujar Nadila saat berbagi kisah di studio Pro2 RRI Tahuna.
Selain isu sosial, ia juga aktif mempromosikan pesona keindahan alam Kabupaten Kepulauan Sangihe yang kaya akan destinasi eksotis, mulai dari Air Terjun Kadadima, Puncak Lose, Puncak Alfa, hingga deretan pantai indah seperti Embuhanga, Pananuareng, Kape Hetang, dan di kuma. Setiap wisatawan yang berkunjung diingatkan untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan serta kelestarian fasilitas umum di tempat wisata.
"Saya mengajak seluruh generasi muda Sangihe untuk bangga terhadap warisan budaya lokal seperti Upacara Tulude, musik bambu, dan tarian tradisional. Ia berpesan agar kemajuan teknologi dan media sosial dimanfaatkan secara bijak guna memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke kancah yang lebih luas tanpa kehilangan jati diri sebagai anak perbatasan" ucap Nadila menutup obrolan Spada Pro2 (Julfan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....