Hadapi Gelombang Suhu Ekstrem, FIFA Terapkan Beberapa Mitigasi Halau Panas
- 02 Jul 2026 15:07 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Perhelatan Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menjadi ajang adu strategi di lapangan, tetapi juga menjadi panggung penerapan teknologi untuk melindungi jutaan penonton dari ancaman cuaca panas ekstrem. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berlangsung di tengah musim panas belahan bumi utara, dengan beberapa kota tuan rumah mengalami suhu di atas 35 derajat Celsius dan indeks panas yang dapat menyentuh 40 derajat Celsius.
Mengantisipasi kondisi tersebut, FIFA bersama panitia penyelenggara di setiap kota tuan rumah menghadirkan berbagai fasilitas berbasis teknologi mitigasi panas di sekitar stadion dan area Fan Festival. Berbagai teknologi ini dirancang untuk mengurangi risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga sengatan panas (heat stroke) yang dapat membahayakan keselamatan penonton.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah Cooling Tents atau tenda pendingin. Berbeda dengan tenda biasa, fasilitas ini menggunakan sistem ventilasi berkapasitas tinggi yang dipadukan dengan pendingin udara portabel sehingga mampu menciptakan suhu yang jauh lebih rendah dibandingkan lingkungan sekitarnya. Penonton yang mulai merasakan gejala kepanasan dapat beristirahat di dalam tenda sebelum kembali menyaksikan pertandingan.
Teknologi lain yang banyak dipasang adalah Misting Stations atau stasiun pengkabutan air. Fasilitas ini memanfaatkan nozzle bertekanan tinggi yang menghasilkan butiran air berukuran sangat halus. Kabut air tersebut menguap dengan cepat sehingga menyerap panas dari permukaan kulit dan menurunkan suhu tubuh tanpa membuat pakaian basah kuyup. Sistem serupa banyak digunakan di taman hiburan, kawasan wisata gurun, hingga sirkuit balap internasional.
Di sejumlah area luar stadion juga dibangun Zona Teduh yang dilengkapi kipas industri berukuran besar atau high-volume low-speed (HVLS) fans. Kipas berdiameter beberapa meter ini mampu menggerakkan volume udara dalam jumlah besar dengan konsumsi energi yang relatif efisien. Aliran udara yang konstan membantu mempercepat penguapan keringat sehingga tubuh terasa lebih sejuk meskipun suhu udara tetap tinggi.
Tak kalah penting adalah keberadaan Stasiun Hidrasi yang menyediakan air minum gratis bagi penonton. Titik-titik pengisian ulang botol minum ditempatkan di berbagai lokasi strategis untuk memastikan pengunjung tetap terhidrasi selama berada di kawasan stadion. Beberapa lokasi juga dilengkapi sensor pemantauan konsumsi air sehingga penyelenggara dapat mengetahui kapan tangki perlu diisi ulang agar pasokan tetap tersedia sepanjang pertandingan.
Pemanfaatan teknologi mitigasi panas ini menjadi bagian dari pendekatan baru dalam penyelenggaraan ajang olahraga berskala global. Perubahan iklim membuat cuaca ekstrem semakin sering terjadi, sehingga penyelenggara tidak lagi hanya berfokus pada keamanan pertandingan, tetapi juga pada keselamatan penonton melalui dukungan teknologi yang mampu mengurangi dampak suhu tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....