Cuaca Panas Ekstrem Ganggu Perhelatan Piala Dunia FIFA 2026

  • 02 Jul 2026 15:07 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian wilayah Amerika Utara mulai mengganggu penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026. Sejumlah kota tuan rumah di Amerika Serikat dan Kanada menghadapi suhu yang jauh di atas normal, sehingga penyelenggara dan pemerintah setempat harus menerapkan berbagai langkah mitigasi demi menjaga keselamatan pemain maupun suporter.

Di Toronto, Kanada, yang menjadi salah satu tuan rumah turnamen, Environment and Climate Change Canada (ECCC) mengeluarkan peringatan panas. Suhu udara diperkirakan mencapai 34–37 derajat Celsius, sementara dengan tingkat kelembapan yang tinggi suhu yang dirasakan tubuh (humidex) dapat mencapai 40 derajat Celsius. Pemerintah Kota Toronto membuka ratusan pusat pendinginan, memasang stasiun air minum, serta menyediakan tenda kabut air di kawasan Fan Zone Nathan Phillips Square untuk membantu pengunjung menghadapi cuaca panas.

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah kota tuan rumah di Amerika Serikat seperti Philadelphia, Kansas City, dan East Rutherford. Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service) memperingatkan adanya fenomena heat dome, yaitu sistem tekanan udara tinggi yang memerangkap panas sehingga suhu terus meningkat selama beberapa hari berturut-turut. Akibatnya, indeks panas di beberapa wilayah diperkirakan berada pada kisaran 40 hingga 46 derajat Celsius.

Cuaca ekstrem tersebut mulai berdampak pada rangkaian kegiatan Piala Dunia. Beberapa agenda Fan Fest mengalami penyesuaian jadwal, sementara FIFA menerapkan cooling break atau jeda minum wajib di setiap pertandingan untuk mengurangi risiko dehidrasi dan heat stroke bagi pemain. Otoritas kesehatan juga mengimbau suporter agar memperbanyak konsumsi air putih, menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, serta membatasi konsumsi minuman beralkohol yang dapat mempercepat dehidrasi.

Berdasarkan prakiraan terbaru, gelombang panas diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (4 Juli) atau sekitar 5 Juli 2026. Setelah itu, beberapa wilayah diperkirakan mulai mengalami penurunan suhu secara bertahap, meski cuaca tetap berada di atas rata-rata normal musim panas. Para ahli juga mengingatkan bahwa musim panas tahun 2026 diprediksi menjadi salah satu yang terpanas dalam sejarah Kanada, sehingga peluang terjadinya gelombang panas susulan masih cukup besar selama Juli hingga Agustus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....