Kartu Merah tanpa Pelanggaran Fisik, Ini Penjelasannya
- 23 Jun 2026 14:56 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Piala Dunia 2026 kembali diwarnai penerapan aturan baru FIFA yang menegaskan bahwa seorang pemain dapat menerima kartu merah meski tidak melakukan pelanggaran fisik terhadap lawan. Aturan tersebut mulai menjadi sorotan setelah pemain Paraguay, Miguel Almiron, menjadi salah satu pemain pertama yang terkena sanksi akibat pelanggaran nonfisik dalam pertandingan internasional.
Dalam regulasi terbaru yang diterapkan FIFA dan IFAB (International Football Association Board), tindakan yang dianggap tidak menghormati wasit, mengintimidasi perangkat pertandingan, atau melakukan gestur yang dinilai ofensif dapat berujung pada kartu merah langsung. Salah satu tindakan yang menjadi perhatian adalah gestur 'menutup mulut' atau upaya membungkam wasit dan pihak lain yang dianggap sebagai bentuk protes berlebihan terhadap keputusan pertandingan.
Aturan ini merupakan bagian dari upaya FIFA untuk meningkatkan respek pemain terhadap wasit serta menjaga sportivitas selama pertandingan. Selama beberapa tahun terakhir, otoritas sepak bola dunia menilai protes berlebihan dan perilaku tidak pantas terhadap pengadil lapangan semakin sering terjadi dan berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan.
Meski tidak melibatkan kontak fisik, tindakan seperti menghina, mengancam, menggunakan bahasa atau gestur kasar, hingga menunjukkan sikap yang dianggap merendahkan otoritas wasit dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius. Dalam kasus tertentu, wasit berhak mengeluarkan kartu merah langsung tanpa didahului kartu kuning.
Penerapan aturan ini menjadi pengingat bahwa pelanggaran dalam sepak bola tidak hanya berkaitan dengan tekel keras atau kontak fisik. Perilaku pemain di lapangan juga menjadi aspek yang diawasi secara ketat untuk menjaga integritas pertandingan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....