Tiga Raksasa Brand Olahraga Kompak Produksi Sepatu Pink untuk Piala Dunia 2026
- 17 Jun 2026 11:34 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga memunculkan tren unik yang mencuri perhatian publik. Hingga pertandingan terakhir fase grup yang digelar pada 17 Juni 2026, sepatu berwarna pink masih menjadi pemandangan dominan di kaki para pemain dari berbagai negara peserta.
Fenomena tersebut muncul karena tiga raksasa perlengkapan olahraga dunia, yakni Nike, Adidas, dan Puma, secara bersamaan meluncurkan koleksi sepatu sepak bola dengan nuansa warna pink menjelang turnamen. Kondisi ini tergolong langka mengingat ketiga merek tersebut biasanya berlomba menghadirkan identitas warna yang berbeda untuk menonjolkan produk masing-masing.
Pada laga-laga awal turnamen, warna pink terlihat mendominasi lapangan. Dalam pertandingan Meksiko melawan Afrika Selatan, hampir seluruh pemain mengenakan sepatu berwarna pink. Hal serupa juga terlihat pada laga Korea Selatan kontra Republik Ceko, di mana mayoritas pemain dari kedua tim menggunakan sepatu dengan warna serupa. Bahkan sejumlah pendamping pemain saat memasuki lapangan turut mengenakan sepatu pink.
Menurut laporan yang dikutip dari The Athletic, warna yang digunakan bukan sekadar pink biasa. Mayoritas produsen memilih warna bright pink, hot pink, atau electric fuchsia, yakni perpaduan antara merah muda terang dengan sentuhan ungu yang menghasilkan warna lebih menyala dibanding pink biasanya. Warna ini sebelumnya juga diprediksi menjadi salah satu tren fesyen global sepanjang 2026.
Alasan utama pemilihan warna tersebut adalah faktor visibilitas. Odinga Nimako dari tim pengembangan sepatu sepak bola global Nike menjelaskan bahwa hasil riset perusahaan menunjukkan warna pink memiliki tingkat keterlihatan yang sangat tinggi di lapangan sepak bola. Warna tersebut mampu menonjol secara signifikan ketika berada di atas hamparan rumput hijau. Penonton di stadion maupun pemirsa televisi dapat lebih mudah menangkap pergerakan kaki pemain saat menggunakan sepatu berwarna pink dibandingkan warna lain yang lebih gelap.
Dari sisi visual, kontras antara warna pink terang dengan lapangan hijau menciptakan efek yang sangat kuat. Rumput hijau berada pada spektrum warna yang berlawanan dengan merah muda cerah sehingga menghasilkan perbedaan mencolok ketika dilihat dari kejauhan. Efek ini membuat sepatu terlihat "menyala" di tengah lapangan, terutama saat kamera televisi menggunakan pengambilan gambar jarak jauh atau sudut lebar. Selain itu, tidak ada satu pun dari 48 peserta Piala Dunia 2026 yang menggunakan warna pink sebagai warna utama seragam mereka. Kondisi tersebut membuat sepatu pink semakin menonjol karena berdiri sendiri di antara warna kostum yang beragam.
Selain faktor pemasaran, tren ini juga mencerminkan perubahan budaya dalam sepak bola modern. Jika pada masa lalu sepatu sepak bola identik dengan warna hitam, kini para pemain lebih terbuka menggunakan warna-warna mencolok sebagai bagian dari ekspresi diri. Produsen perlengkapan olahraga melihat peluang tersebut dengan menghadirkan desain yang tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan pertandingan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas visual pemain.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai dominasi warna pink dapat mengurangi efek pembeda yang semula menjadi tujuan utama. Ketika sebagian besar pemain menggunakan warna yang sama, keunggulan visibilitas individual menjadi berkurang karena hampir semua kaki pemain terlihat serupa di lapangan. Namun setidaknya hingga pertengahan fase grup Piala Dunia 2026, warna pink tetap menjadi tren paling mencolok yang menghiasi turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....