Yuto Nagatomo, Bukti Pengalaman Masih Dibutuhkan Jepang di tengah Generasi Muda
- 17 Mei 2026 11:17 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Di tengah derasnya regenerasi pemain muda Timnas Jepang menuju Piala Dunia 2026, nama veteran Yuto Nagatomo justru kembali dipercaya memperkuat Samurai Biru. Pemain berusia 39 tahun itu menjadi salah satu simbol bahwa pengalaman masih memiliki tempat penting di skuad asuhan Hajime Moriyasu.
Pemanggilan Nagatomo menjadi sorotan karena ia berpeluang mencatat sejarah tampil dalam lima edisi Piala Dunia. Sebelumnya, bek kiri senior itu sudah memperkuat Jepang di Piala Dunia 2010, 2014, 2018, dan 2022. Jika mendapat menit bermain pada edisi 2026, ia akan menjadi salah satu pemain Asia dengan penampilan terbanyak di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Kepercayaan Jepang kepada Nagatomo juga menarik karena saat ini Samurai Biru dipenuhi banyak talenta muda yang tampil di liga-liga Eropa. Namun, Moriyasu tetap mempertahankan sosok senior untuk menjaga keseimbangan tim, terutama dalam hal kepemimpinan dan mental bertanding.
Meski tak lagi muda, performa Nagatomo bersama FC Tokyo masih cukup kompetitif. Sepanjang musim 2025, ia tercatat tampil lebih dari 20 pertandingan di berbagai kompetisi bersama klub J1 League tersebut. Selain tetap menjadi pilihan utama di sektor kiri pertahanan, Nagatomo juga menyumbang beberapa assist dan bermain lebih dari 1.400 menit.
Statistik itu menunjukkan Nagatomo belum sekadar menjadi pemain pelapis. Ia masih mampu menjaga kebugaran dan konsistensi di level kompetitif Jepang, meski usianya mendekati 40 tahun.
Karier panjang Nagatomo juga menjadi alasan utama dirinya tetap dihormati. Ia pernah memperkuat sejumlah klub besar Eropa seperti Inter Milan, Galatasaray, hingga Olympique Marseille. Bersama Inter Milan, Nagatomo mencatat lebih dari 200 penampilan dan dikenal sebagai pemain pekerja keras yang mampu bermain di beberapa posisi pertahanan.
Di media sosial dan forum sepak bola internasional, banyak penggemar memuji dedikasi Nagatomo yang tetap bertahan di level tertinggi pada usia 39 tahun. Sejumlah suporter bahkan menyebutnya sebagai simbol kerja keras dan profesionalisme sepak bola Jepang. (Arjun)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....