Bangga Jaga Tradisi Memoto Tamo

  • 04 Feb 2026 17:49 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Generasi Z sering kali dianggap jauh dari nilai-nilai tradisional, namun hal tersebut dipatahkan oleh Syalomitha Lumele. Siswi kelas X SMA Negeri 2 Tahuna ini justru memilih mendalami seni budaya Memoto Tamo, sebuah ritual pemotongan kue adat sakral dalam budaya Sangihe.

Dalam program Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna, Selasa (3/2/2026), Syalomitha, berbagi cerita dalam topik "Generasi Z: Mengenal Budaya Sangihe". Ia menegaskan bahwa identitas sebagai orang Sangihe harus tetap dijaga meski di tengah arus modernisasi.

Ketertarikan Syalomitha terhadap seni Memoto Tamo tidak muncul secara tiba-tiba. 

Momentum awal dimulai saat dirinya masih duduk di bangku SMP Negeri 4 Tahuna. Kala itu, ia terpilih mewakili sekolahnya dalam sebuah ajang perlombaan budaya tingkat kabupaten.

"Awalnya saya belajar karena ingin mewakili SMP Negeri 4 Tahuna dalam lomba. Namun dari situ, saya justru merasa terpanggil untuk terus mendalami seni ini agar tidak hilang," ujar Syalomitha.

Bakat dan ketekunan Syalomitha dalam menjalankan ritual adat ini ternyata mengalir dari garis keluarganya. Ia mengaku mendapatkan bimbingan dari kakek (Opa) dan pamannya yang juga merupakan penggiat budaya di Sangihe.

Menurutnya, dukungan keluarga menjadi faktor kunci bagi anak muda untuk berani tampil membawakan budaya daerah. Ia tidak merasa malu, melainkan bangga bisa meneruskan jejak para leluhurnya dalam melestarikan seni dan budaya Sangihe. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....