Serangan Asam Lambung Tidak Sembuh, Cek Pikiran Anda
- 31 Jan 2026 19:14 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Secara anatomi ada hubungan yang erat antara otak dan lambung, secara medis dikenal dengan gut-brain axis. Sehingga pada saat kita mengalami kepanikan, kecemasan, dan ketakutan yang berlebihan maka lambung kita akan merespon dengan mengeluarkan asam lambung yang terkadang berlebihan sehingga menimbulkan gejala klinik.
Hal ini disampaikan Dokter Aprikonus Loris, Sp.PD, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Sangihe.
“Juga akan terjadi pelonggaran pada otot atau katup pada daerah kerongkongan. Sehingga asam lambung akan naik ke atas yang kita kenal dengan Gerd, “ kata Dokter Apri.
Ditambahkan, setelah itu dapat terjadi hipersensitivitas dari viseral, organ kita menjadi sensitif. Ada masalah sedikit maka direspon seperti ditusuk-tusuk dan lain sebagainya.
Ini bisa menjadi timbal balik, misalnya ada masalah terlambat makan maka kita akan menjadi lebih takut dan panik. Dapat dikatakan menjadi lingkaran yang susah untuk diputuskan.
Terkait hal ini maka yang dapat kita lakukan, kata Dokter Apri, adalah kita menemukan penyebab dari ketakutan, kecemasan atau stres kita. Apakah itu masalah keluarga, hubungan sosial, ataupun pekerjaan.
“Harus kita temukan dan selesaikan, kalau perlu kita berkonsultasi dengan dokter yang membidangi itu,“ tambah Dokter Apri.
Selanjutnya dianjurkan kita memeriksa lambung, memastikan semuanya normal, bisa lewat USG, endoskopi sehingga ketika normal kita yakin bahwa tidak ada penyakit yang kita derita.
Hal yang juga perlu kita lakukan adalah mendekatkan diri dengan Pencipta sehingga kita memiliki spiritual yang kuat. (Arsitini)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....