Inilah Pengalaman Dokter Sibarani, Berani Mengabdi di Pulau Terluar

  • 30 Jan 2026 13:35 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Menjalankan tugas medis di garda terdepan wilayah perbatasan bukan hanya soal profesi, melainkan sebuah perjalanan batin yang penuh tantangan. Berikut kisah pengabdian dokter Benly Levi Andreas Sibarani, atau yang akrab disapa dokter Ben, dalam program Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna, Kamis (29/1/2026).

Dokter muda ini sedang menjalani penugasan khusus dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui program Nusantara Sehat. Ia ditempatkan di salah satu wilayah dengan kategori daerah sangat terpencil, yakni Puskesmas Kahakitang, Kecamatan Tatoareng Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Mengawali ceritanya dalam topik bertajuk "Jauh dari Kota, Cerita Dokter di Pulau Sangat Terpencil: Culture Shock yang Bikin Cinta", dr. Ben yang juga seorang kreator konten tiktok IIni mengaku sempat tidak mengetahui keberadaan letak geografis Pulau Kahakitang sebelum menerima surat tugas.

"Sejujurnya, awalnya saya tidak tahu Pulau Kahakitang itu di bagian Indonesia mana. Bahkan, saya sempat bertanya-tanya apakah gedung Puskesmasnya ada atau tidak. Namun, sebagai bagian dari Nusantara Sehat, saya berkomitmen melakukan pengabdian selama dua tahun di sana," ujar dr. Ben.

Penempatan di daerah sangat terpencil memberikan kejutan budaya atau culture shock tersendiri baginya. Perbedaan infrastruktur, akses informasi, hingga pola hidup masyarakat pesisir menjadi tantangan yang harus ia hadapi setiap hari.

Namun, seiring berjalannya waktu, dr. Ben justru menemukan kehangatan dan rasa persaudaraan yang tinggi dari warga setempat. Hal inilah yang mengubah rasa keterkejutan tersebut menjadi kecintaan mendalam terhadap dedikasi profesinya di pulau tersebut.

Di sela kesibukannya melayani pasien, dr. Ben tetap menyalurkan hobinya di bidang seni tarik suara. Baginya, menyanyi bukan sekadar hobi, melainkan sarana untuk menghibur diri dan mendekatkan diri dengan masyarakat di tempat tugasnya yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Kisah dr. Ben menjadi bukti nyata bahwa semangat pengabdian tenaga medis di wilayah perbatasan Indonesia tetap membara demi memastikan pelayanan kesehatan merata hingga ke pelosok pulau sangat terpencil di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....