Kreator Konten Jaga Identitas Bahasa Sangihe Lewat TikTok

  • 26 Jan 2026 20:02 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Platform digital seperti TikTok kini menjadi sarana efektif untuk melestarikan kebudayaan lokal di kalangan generasi muda. Hal ini dibuktikan oleh kreator konten asal Sangihe, Armil Dalip, yang konsisten mengemas bahasa daerah ke dalam konten musik modern guna menarik perhatian Generasi Z dan Generasi Alfa.

Dalam program Obrolan SPADA Pro2 RRI Tahuna, Senin (26/1/2026), pemilik akun TikTok DJR MV ini membagikan pengalamannya metransalin lagu-lagu hits Indonesia ke dalam bahasa Sangihe. Menurutnya, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jati diri yang harus dipertahankan.

Armil mengungkapkan bahwa ide membuat konten lagu berbahasa daerah berawal dari keinginan untuk memperkenalkan kembali bahasa ibu kepada kaum muda dengan cara yang lebih relevan.

"Bahasa adalah identitas dan jati diri kita. Dari cara kita berbicara, orang bisa tahu asal budaya dan nilai yang kita pegang. Saat kita menjaga bahasa, kita sebenarnya sedang menjaga siapa diri kita," ujar Armil Dalip.

Awal perjalanannya dimulai dengan mengunggah konten lagu rohani yang liriknya sudah tersedia dalam bahasa Sangihe. Namun, tantangan muncul saat ia mulai merambah ke lagu-lagu pop hits yang sedang tren. Proses penerjemahan lirik hingga penyelarasan dengan musik membutuhkan ketelitian ekstra.

Armil mengaku proses pengeditan tidak dilakukan secara instan. Ia harus mencoba beberapa kali agar rima dan ketukan lirik bahasa daerah pas dengan melodi musik modern.

"Merubah lirik Indonesia ke daerah itu susah-susah gampang. Saya harus belajar terus dan mengedit beberapa kali agar musik dan liriknya sinkron. Tidak langsung jadi, perlu beberapa kali trial and error," tambahnya.

Meskipun pada awalnya respon audiens belum terlalu masif, kini karya-karya Armil mulai mendapat tempat di hati masyarakat Sangihe. Banyak warganet yang menyukai dan membagikan kontennya ke berbagai platform media sosial lainnya. Keberhasilannya dalam mengawinkan unsur tradisional dan modern ini diharapkan dapat memicu semangat pemuda Sangihe lainnya untuk bangga menggunakan bahasa daerah. (JulGaf)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....