Sekertaris Dewan Adat Sangihe Ingatkan Kesakralan Upacara Tulude

  • 20 Jan 2026 13:50 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Upacara adat Tulude yang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Sangihe. Kini upacara adat tulude tengah diwacanakan untuk diangkat menjadi salah satu desain kebudayaan atau agenda unggulan di tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Hal ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan budaya di tengah arus globalisasi.

Sekretaris Dewan Adat Sangihe, Deavid Ch Mansauda S.S., dalam program Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna, Senin (19/1/2026), menyatakan bahwa pelestarian Tulude memiliki misi penting untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan doa bagi generasi muda, khususnya Generasi Alfa yang kini terpapar derasnya informasi digital.

Menurut Deavid, Tulude bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan media pendidikan karakter. Di dalam rangkaian ritualnya, terkandung nilai-nilai luhur seperti penghormatan kepada orang tua, leluhur, sesama manusia, hingga cinta terhadap alam semesta.

"Tujuan utama Tulude yang diciptakan orang tua kita di masa lampau adalah mendoakan generasi masa depan agar tidak lupa pada jati diri. Ada pesan moral untuk mencintai alam dan menghormati orang tua. Jika kita tidak menghargai alam, maka alam akan bergetar atau bergoyang," ujar Deavid.

Ia juga menambahkan bahwa Dewan Adat sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan bergabung tanpa melihat latar belakang profesi, baik dari unsur kepolisian maupun tokoh agama, selama memiliki kerelaan hati untuk menjaga tradisi.

Menanggapi maraknya konten kreatif mengenai adat Sangihe di platform YouTube dan media sosial lainnya, Dewan Adat memberikan dukungan sekaligus catatan penting. Deavid mengapresiasi rasa penasaran anak muda terhadap budaya, namun ia mengingatkan agar konten yang dibuat tetap mengedepankan etika dan filosofi budaya yang benar.

"Kami mengimbau masyarakat bahwa Tulude bukan sekadar momentum untuk show atau pertunjukan biasa demi menciptakan keramaian. Ini adalah momentum sakral yang diwariskan secara turun-temurun tanpa putus," tegasnya.

Melalui momentum ini, diharapkan generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku budaya yang mampu mengemas kearifan lokal ke dalam bentuk modern tanpa menghilangkan ruh tradisi yang ada. Upacara Tulude tetap menjadi pengingat abadi bagi masyarakat Sangihe akan pentingnya harmoni antara manusia, Tuhan, dan lingkungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....