Makna Roti dan Anggur Dalam Perjamuan Kudus Umat Kristiani

  • 19 Apr 2025 10:52 WIB
  •  Tahuna

KBRN, Tahuna; Perjamuan Kudus menjadi salah satu momen sakral dalam kehidupan umat Kristiani, di mana roti dan anggur dihidangkan bukan sekadar simbol, tetapi pengingat akan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Prosesi ini berakar pada tradisi gereja mula-mula yang diwariskan langsung oleh Kristus kepada para murid-Nya, dan terus dijalankan hingga kini oleh berbagai denominasi gereja di seluruh dunia.

Pdt. A. Lahiwu Laheba,S.Th, dalam pelayanan ibadah perjamuan asa yang kudus di GMIST Kendagu Ruata Tahuna, Jumat, 18/04/2025. (Foto : Rico / RRI Tahuna)

Dalam ibadah perjamuan kudus, Pdt. A. Lahiwu Laheba,S.Th mengatakan, "Roti yang dipecahkan menggambarkan tubuh Yesus yang diserahkan demi menebus manusia, sementara anggur menjadi lambang darah yang tertumpah untuk pengampunan dosa. Dalam Perjamuan Kudus, umat tidak hanya memperingati kematian dan kebangkitan Kristus, tetapi juga merayakan keselamatan yang telah diterima sebagai anugerah ilahi. Karena itu, meski penuh penghayatan, prosesi ini sarat sukacita akan karya penebusan Allah."

GMIST Kendagu Ruata Tahuna, Jumat, 18/04/2025. (Foto : Rico / RRI Tahuna)

Laheba menegaskan, " Lebih dari sekadar peringatan, Perjamuan Kudus memperkuat persatuan umat percaya sebagai satu tubuh di dalam Kristus. Momen ini juga menjadi pengharapan akan kedatangan Yesus yang kedua, sebagaimana dijanjikan dalam Kitab Suci. Oleh karena itu, hanya mereka yang telah menyatakan iman kepada Kristus dan menerima-Nya sebagai Juru Selamat yang diperbolehkan turut dalam perjamuan ini".

"Dalam setiap cawan anggur dan potongan roti, tersirat ajakan untuk hidup dalam persekutuan, pengharapan, dan iman yang teguh kepada Tuhan. Perjamuan Kudus bukan sekadar ritus, melainkan panggilan untuk menyambut kasih yang menebus dan menghadirkan damai sejati bagi dunia", katanya. (Rico)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....