Budaya Upacara Adat Tulude Sebagai Ritual Ucapan Syukur Masyarakat Sangihe

  • 15 Jan 2025 12:26 WIB
  •  Tahuna

KBRN Tahuna : Pelaksanaan Upacara Tulude oleh masyarakat etnis Sangihe yang dilaksanakan setiap akhir bulan Januari menjadi ritual yang dilakukan saat perayaan Hari Ulang Tahun Daerah. Ketua Badan Adat Sangihe, Pendeta. Patras Madonsa, M.Th kepada rri.co.id mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Tulude ada beberapa prosesi yang di lakukan mulai saat penjemputan tamu hingga pemotongan kue adat tamo.

“Untuk Tulude ini sebenarnya ada 2 suku kata di rujuk dalam memahaminya pertama menuhude atau mendorong dan pemaknaan lainnya mencari bentuk ulang atau ada isyarat,” ujar Madonsa.

Pemaknaan Kata Tulude yaitu menuhude atau mendorong, meluhude atau membentuk. Mendorong merupakan upaya melepas tahun lama dan menerima tahun baru sebagai anugrah Tuhan untuk masyarakat Sangihe.

“Tulude bagian dari upacara adat bermakna ucapan syukur yang di dalamnya ada pengakuan dosa dan meminta pertolongan Tuhan selama perjalanan kehidupan di tahun baru,”jelasnya.

Pada Upacara adat Tulude di lakukan melalui berbagai prosesi seperti Menensomahe, Mendangeng Sake (Menjemput tamu) dan yang paling sacral adalah prosesi Menahulending. Dalam proses ritual tulude umumnya menggunakan bahasa Sangihe yang digunakan para nenek moyang masyarakat Sangihe.

“Jadi yang paling sacral sebenarnya pada prosesi Menahulending itu biasanya dilakukan oleh Tua-tua Adat dan pemotongan kue Tamo,”tambahnya.

Daerah Kepulauan Sangihe di tahun 2025, merayakan Hari Ulang Tahun ke 600 dan pelaksanaan Upacara Adat Tulude akan di gelar 31 Januari pada malam hari. (Ant)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....