Madonsa : Kaehe Buresi Gerakan Kebersihan yang Menjadi Tradisi

  • 14 Jan 2025 13:04 WIB
  •  Tahuna

KBRN Tahuna : Merujuk tradisi masyarakat “Kaehe Buresi” sesungguhnya merupakan gerakan kebersihan yang di lakukan setiap pecan sekali. Pada zaman dahulu masyarakat melakukan kegiatan kebersihan selain membersihkan lingkungan rumah pemukiman tetapi yang terpenting kesiapan hati menyambut hari peribadatan. Ketua Badan Adat Sangihe, Pendeta Patras Madonsa, M.Th kepada rri.co.id mengatakan bahwa budaya Kaehe Buresi merupakan gerakan kebersihan yang secara sadar di lakukan masyarakat Sangihe sejak zaman nenek moyang dan sudah menjadi identitas diri masyarakat Sangihe. Namun seiring perkembangan zaman, budaya dan kearifan lokal itu mulai terkikis perkembangan zaman moderen.

“Jadi kalu kita menelisik kebelakang tentang budaya Kaehe Buresi ini, itu tradisi masyarakat bahwa setiap pekan yaitu hari Sabtu melakukan gerakan kebersihan menyambut hari Minggu” tutur mantan ketua Sinode GMIST dua periode itu.

Budaya konsumtif dan serba instan serta dampak kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, diakuinya telah merusak nilai-nilai dan budaya lokal. Memasuki 600 tahun hari ulang tahun kabupaten Sangihe, dia menilai sebagai momen yang tepat bagi masyarakat Sangihe untuk memperkuat kembali budaya Kaehe Buresi.

“Mari kita tetap budayakan Kaehe Buresi ini, apalagi pada momentum HUT Daerah ke 600, ini kita galakan terus,” tambahnya.

Selaku Ketua Badan Adat Sangihe, Madonsa berharap tradisi-tradisi ataupun budaya yang berkembang di masyarakat agar tetap di lestarikan sebagai sumber kekuatan dalam menapaki kehidupan. (Ant)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....