Ikhtiar dan Tawakal Kunci Tenang Jalani Hidup
- 03 Mar 2026 03:32 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kenyataan ini dirasakan oleh setiap orang, baik petani, pedagang, nelayan maupun orang tua dalam mendidik anak. Pesan inilah yang disampaikan Dr. (Cnad) Rizal Arif F, dalam Kultum Siaran Khusus Ramadhan 1447 Hijriah di Pro 1 RRI Tahuna, Selasa 3 Maret 2026.
Dalam pemaparannya, Rizal menjelaskan bahwa kehidupan sering kali menghadirkan hasil yang tidak sebanding dengan usaha. Petani yang bangun pagi, membajak sawah, menanam dan merawat padi dengan sungguh-sungguh, kadang harus menghadapi hujan yang terlambat turun atau serangan hama.
Hal serupa juga dialami pedagang yang sudah berusaha jujur, tidak mengurangi timbangan dan tidak menaikkan harga, namun dagangannya belum tentu laku. Begitu pula nelayan yang berangkat melaut dengan semangat tinggi, tetapi hasil tangkapan tidak selalu sesuai harapan.
Bahkan dalam lingkup keluarga, orang tua yang telah mendidik anak dengan doa dan nasihat terbaik pun tetap harus menerima kenyataan bahwa setiap anak memiliki jalan hidupnya masing-masing.
Menurut Rizal, dalam kondisi seperti itulah hati sering menjadi gelisah, pikiran terasa berat, tidur tidak nyenyak, dan lisan mudah mengeluh. Tidak jarang muncul pertanyaan dalam hati, mengapa hidup berjalan tidak sesuai harapan.
Islam, lanjutnya, mengajarkan satu sikap hidup yang menenangkan, yaitu mampu memilah mana yang harus diusahakan dan mana yang harus dipasrahkan kepada Allah SWT. Prinsip ini sejalan dengan nilai yang juga dikenal dalam filsafat stoikisme, bahwa tidak semua hal harus dilawan dan tidak semua keadaan dapat kita kuasai.
Ada wilayah yang menjadi tanggung jawab manusia, yakni bekerja dengan sungguh-sungguh, berusaha secara halal, berdoa dengan penuh harap, bersikap jujur, menjaga lisan dan berbuat baik kepada sesama. Semua itu berada dalam kendali manusia untuk dipilih dan dijalankan.
Namun ada pula perkara yang bukan menjadi domain manusia, seperti hasil akhir usaha, waktu datangnya rezeki, penilaian orang lain, hingga ketetapan takdir. Rizal mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.
Melalui kultum Ramadhan ini, Rizal mengajak umat Islam untuk menanamkan dalam hati prinsip bijak: Allah tidak menyuruh manusia mengatur hasil, melainkan mengatur ikhtiar dan menjaga hati. Dengan memahami batas tanggung jawab tersebut, diharapkan setiap pribadi dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, sabar, dan penuh tawakal.(Azizah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....