Suka Duka Penjual Takjil di Bulan Ramadhan, Rezeki Melimpah di tengah Ujian Puasa

  • 28 Feb 2026 10:20 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di berbagai sudut kota. Menjelang waktu berbuka puasa, deretan penjual takjil bermunculan menawarkan aneka kue, minuman segar, dan jajanan khas Ramadhan. Fenomena ini juga terlihat di Kelurahan Tidore, di mana salah satu penjual takjil, Sofian Paramata, merasakan langsung suka duka berdagang di bulan penuh berkah ini.

Sofian mengaku sudah sekitar lima tahun berjualan takjil setiap bulan Ramadhan. Baginya, bulan suci ini menjadi momen yang dinanti karena membawa rezeki yang melimpah. “Di bulan Ramadhan, orang-orang ramai mencari kue dan jajanan untuk berbuka puasa. Alhamdulillah, penjualan selalu meningkat setiap tahunnya,” ujar Sofian

Beragam jenis takjil dijual Sofian, mulai dari aneka kue tradisional hingga berbagai jenis es buah yang menyegarkan. Untuk kue, ia bekerja sama dengan tetangga dan keluarga yang menitipkan dagangan mereka. Sementara es buah dibuat sendiri olehnya setiap hari.

Proses persiapan pun tidak sederhana. Sejak pagi hari, bahkan saat waktu sahur, Sofian sudah mulai menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Aktivitas tersebut berlanjut hingga sore hari menjelang waktu berbuka. Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar 100 cup es buah dengan harga berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp13 ribu per cup.

Meski menjanjikan dari segi penghasilan, berjualan takjil di bulan Ramadhan bukan tanpa tantangan. Sofian mengaku harus menahan rasa lapar dan haus saat melayani pembeli. “Menjual sambil berpuasa itu memang jadi ujian tersendiri. Apalagi harus mencicipi rasa es atau memastikan kualitas jualan tetap enak,” katanya.

Namun demikian, ia tidak menganggap penjual lain sebagai saingan. Menurutnya, pembeli takjil sangat banyak, bahkan tidak hanya dari kalangan Muslim, tetapi juga non-Muslim yang ikut membeli jajanan untuk keluarga di rumah. “Rezeki sudah ada yang atur. Yang penting kita sama-sama berusaha,” tutur Sofian

Melihat hasil penjualan yang terus meningkat setiap tahun, Sofian berharap keuntungan yang diperoleh selama Ramadhan dapat menjadi modal usaha untuk berjualan di luar bulan puasa. Ia ingin usahanya terus berkembang dan tidak hanya bergantung pada momen musiman.

Ramadhan memang membawa cerita tersendiri bagi para penjual takjil. Di balik ramainya pembeli dan manisnya keuntungan, ada kerja keras dan ketekunan yang menjadi kunci. Bagi Sofian Paramata, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang semangat berbagi rezeki dan menjaga harapan untuk masa depan yang lebih baik. (Arsitini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....