Dzikir Perintah Langsung Bagi Orang Beriman

  • 27 Feb 2026 03:29 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Jika dicermati, di dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang diawali dengan seruan “Yaa Ayyuhalladzina Aamanu” atau “Wahai orang-orang yang beriman”. Tercatat sebanyak 89 ayat menggunakan redaksi tersebut, salah satunya terdapat dalam Surah Al-Ahzab ayat 41 sampai 42.

Dalam ayat itu Allah SWT berfirman yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan dzikir sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” Seruan ini menegaskan kedudukan mulia orang beriman sekaligus perintah langsung untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya.

Hal tersebut disampaikan Ustad Jamaludin Hamka, S.Pd dalam Kultum Siaran Khusus Ramadhan 1447 Hijriah di Pro 1 RRI Tahuna, Jumat 27Februari 2026 Menurutnya, panggilan “wahai orang-orang yang beriman” menunjukkan bahwa perintah dzikir merupakan konsekuensi dari keimanan seseorang.

Ia menjelaskan, dzikir termasuk ibadah yang diperintahkan Allah SWT secara tegas. Yang menarik, perintah dzikir dalam ayat tersebut menggunakan kata “zikran katsiran” yang berarti berdzikir sebanyak-banyaknya, tanpa dibatasi jumlah tertentu.

Berbeda dengan ibadah lainnya seperti sholat yang memiliki waktu dan tempat khusus, puasa Ramadhan yang terbatas pada bulan tertentu, maupun haji yang memiliki waktu dan lokasi pelaksanaan, dzikir justru dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Ustad Jamaludin menegaskan, fleksibilitas inilah yang menunjukkan betapa pentingnya dzikir dalam kehidupan seorang muslim. Dzikir menjadi ibadah yang selalu bisa menghubungkan hamba dengan Rabb-nya dalam setiap keadaan.

Rasulullah SAW bahkan memberikan perumpamaan tegas tentang urgensi dzikir. Dalam sebuah sabdanya, beliau mengibaratkan orang yang mengingat Allah dan yang tidak mengingat Allah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.

Orang yang senantiasa berdzikir akan memiliki hati yang hidup, tenang dan bercahaya. Sebaliknya, mereka yang lalai dari mengingat Allah diibaratkan memiliki hati yang mati, kering dari petunjuk dan ketenangan.

Secara bahasa, dzikir berarti menyebut, mengingat atau tidak melupakan. Sementara secara istilah, dzikir mencakup menyebut nama Allah dengan lisan, mengingat-Nya dalam hati, serta menaati-Nya dalam perbuatan. Rasulullah SAW menyebutkan empat kalimat yang paling dicintai Allah, yakni Subhanallah, Walhamdulillah, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, yang ringan diucapkan namun besar nilainya di sisi-Nya.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....