Jaga Perasaan Sesama di Bulan Ramadan

  • 26 Feb 2026 14:20 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Ramadan di era digital membuat aktivitas bermedia sosial semakin tak terpisahkan dari keseharian.

Momen berbuka puasa, hidangan yang tersaji, hingga pakaian baru kerap dibagikan melalui berbagai platform. Namun, bagaimana hukumnya memposting makanan atau apa yang kita miliki, sementara di luar sana masih ada saudara yang kekurangan?

Dalam Dialog Ramadan RRI Tahuna di Masjid Hj. Monirah, Ustad Ismail Lakoro menjelaskan bahwa dalam sejumlah kitab fikih, memposting kenikmatan yang dimiliki sekadar untuk diperlihatkan kepada orang lain hukumnya makruh.

“Jadi memposting sesuatu makanan atau pakaian mungkin atau apa yang kita miliki memang sebagian di dalam kitab-kitab fikih dijelaskan hukumnya makruh ya. Hukumnya makruh sebab dikarenakan ada mungkin saudara-saudara kita yang mereka memiliki keinginan apa yang kita punya. Mereka ingin seperti itu. Namun karena keterbatasan sehingga mereka tidak bisa miliki,” ujar Ustad Ismail Lakoro.

Ia menambahkan, ada kekhawatiran dampak sosial yang bisa muncul jika hal tersebut dilakukan terus-menerus. “Dan dikhawatirkan juga ketika kita sering memposting hal seperti itu dan mereka mau, mereka ingin, tetapi mereka tidak bisa khawatirnya mereka akan melakukan perkara yang haram. Artinya mencuri atau bagaimana artinya seperti itu. Dikhawatirkan seperti itu,” jelasnya.

Meski demikian, hukum tersebut berbeda apabila unggahan dilakukan untuk kepentingan usaha.

“Maka memposting kalau untuk jualan itu tidak ada masalah. Kalau untuk jualan atau untuk bisnis maka itu tidak masalah. Tapi kalau karena niatnya biar mereka tahu apa yang kita makan, apa yang kita hidangkan, apa yang kita makan, maka itu hukumnya makruh seperti itu,” tegasnya.

Penjelasan ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga empati dan perasaan sesama. Bijak dalam bermedia sosial menjadi bagian dari adab yang perlu diperhatikan, agar kehadiran kita di ruang digital tetap membawa kebaikan dan tidak melukai hati orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....