Keberkahan Sahur dalam Cahaya Ramadhan

  • 19 Feb 2026 17:49 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Tidak ada bulan yang lebih pantas disebut penuh keberkahan selain bulan suci Ramadhan. Keberkahan itu hadir dalam waktunya, dalam amal ibadahnya, serta dalam pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT bagi setiap hamba yang bersungguh-sungguh menjalankannya.

Di tengah semangat umat Islam menyambut Ramadhan dengan memperbanyak tilawah, sedekah, dan berbagai ibadah lainnya, ada satu sunnah yang terkadang dilakukan sekadarnya, yakni sahur. Banyak yang bangun hanya untuk makan, lalu kembali tidur tanpa menghidupkan nilai ibadah di dalamnya.

Padahal, di waktu sahur tersimpan rahasia keberkahan yang besar. Rasulullah SAW bersabda, “Bersahurlah kalian, karena pada sahur itu terdapat keberkahan” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa sahur bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari sunnah yang sarat makna.

Hal ini disampaikan Wahyuni Mappa, S.Pd, dalam Kultum Siaran Sahur Khusus Ramadhan 1447 Hijriah di Pro 1 RRI Tahuna, Kamis 19 Februari 2026,Ia menegaskan bahwa sahur adalah sunnah, ibadah, sekaligus bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Keberkahan pertama dari sahur, menurut Wahyuni, adalah karena ia dilakukan sebagai bentuk ittiba’ atau mengikuti Nabi Muhammad SAW. Rasulullah tidak pernah meninggalkan sahur dan bahkan mengakhirkannya mendekati waktu Subuh. Para sahabat meriwayatkan jarak antara sahur Nabi dan adzan Subuh sekitar bacaan 50 ayat, menunjukkan sahur dilakukan menjelang fajar agar tidak lalai dari sholat Subuh berjamaah.

Keberkahan kedua adalah pembeda antara puasa umat Islam dan puasa ahli kitab. Rasulullah SAW bersabda, “Perbedaan puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur” (HR. Muslim). Dengan demikian, sahur menjadi identitas dan simbol ketaatan umat Nabi Muhammad SAW.

Keberkahan selanjutnya adalah kekuatan dan semangat yang diberikan melalui sahur. Islam bukan agama yang memberatkan, dan Allah SWT tidak menghendaki kesulitan bagi hamba-Nya. Dengan sahur, tubuh dikuatkan untuk menjalani puasa dan ibadah sepanjang hari, sekaligus menjaga diri dari hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan.

Selain itu, waktu sahur merupakan waktu yang penuh kemuliaan. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa Allah SWT turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman, “Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni.” Bahkan dalam Surah Ali Imran ayat 17 disebutkan tentang orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur.

Keberkahan terakhir adalah turunnya shalawat dari Allah dan para malaikat kepada orang-orang yang bersahur. Rasulullah SAW bersabda bahwa sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur. Karena itu, sahur hendaknya tidak hanya diisi dengan makan, tetapi juga doa, istighfar, dan shalawat, agar keberkahan Ramadhan benar-benar diraih secara utuh.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....