Sudah Sahur Banyak, Kenapa Puasa Tetap Cepat Lapar?
- 19 Feb 2026 10:57 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Pada awal Ramadan, sebagian masyarakat memilih mengonsumsi makanan dalam porsi besar saat sahur. Cara komsumsi seperti itu dengan harapan dapat menahan lapar lebih lama. Namun, rasa lapar di siang hari tetap dapat muncul lebih awal, yang berkaitan dengan jenis dan komposisi makanan yang dikonsumsi.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, Dokter Tirta, menjelaskan bahwa rasa lapar yang cepat muncul saat puasa berkaitan dengan jenis makanan yang dikonsumsi saat sahur, bukan semata-mata pada banyaknya porsi makan.
Dalam unggahan edukasi kesehatannya di media sosial, Dokter Tirta menyebut konsumsi karbohidrat secara berlebihan saat sahur dapat membuat tubuh lebih cepat merasa lapar. “Kalau sahurnya isinya karbo terus, nanti pasti lapar lagi. Bukan soal banyaknya, tapi komposisinya,” ujar Dokter Tirta.
Ia menjelaskan, karbohidrat cenderung lebih cepat dicerna tubuh. Karena itu, rasa kenyang tidak bertahan lama jika sahur didominasi jenis makanan tersebut.Dalam penjelasannya, Dokter Tirta juga menekankan pentingnya asupan protein sebagai bagian dari menu sahur.
Di wilayah Kepulauan Sangihe, ketersediaan ikan laut menjadi potensi sumber protein yang dapat dimanfaatkan sebagai menu sahur. Ikan tuna, cakalang, dan tongkol merupakan sumber protein yang banyak ditemukan dan dapat dikombinasikan dengan menu sahur harian.
Selain protein, asupan serat juga diperlukan untuk mendukung rasa kenyang lebih lama. Sayuran seperti kangkung, bayam, daun pepaya, serta kacang-kacangan, dapat menjadi pilihan menu pendamping. Buah-buahan seperti pisang dan pepaya juga mudah dijumpai di wilayah kepulauan dan mengandung serat alami.
Informasi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan komposisi makanan saat sahur selama Ramadan, agar kebutuhan energi tubuh tetap terjaga sepanjang hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....