Duel Prancis dan Inggris Berebut Tempat Ketiga Piala Dunia 2026

  • 18 Jul 2026 19:06 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Drama Piala Dunia 2026 segera mencapai puncaknya. Meski laga final menjadi sorotan utama, duel sengit antara dua raksasa Eropa, Prancis dan Inggris, dalam perebutan juara ketiga di Piala Dunia 2026 pada Minggu (19/7/2026) dini hari waktu Indonesia, tetap menyita perhatian dunia sebagai ajang pembuktian harga diri.

Kedua tim dipastikan tampil dalam kondisi mental yang sedang diuji setelah keduanya gagal melangkah ke final. Prancis secara mengejutkan takluk dari Spanyol di babak semifinal, sementara Inggris harus menelan pil pahit setelah ditumbangkan Argentina melalui comeback dramatis di menit-menit akhir pertandingan.

Penggemar sepak bola, Andika Gahansa, dalam program Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna, Sabtu (18/7/2026), menilai bahwa meski perebutan tempat ketiga sering dianggap sebagai laga hiburan, gengsi antar kedua negara tetap menjadi pemicu tensi tinggi. Baginya, ini adalah pertandingan antara dua "raksasa yang terluka" yang ingin menutup turnamen dengan catatan manis.

"Sekali lagi, dalam konteks sepak bola, ini tetap soal gengsi. Prancis ingin menutup turnamen ini dengan manis, apalagi ini mungkin menjadi kesempatan terakhir bagi beberapa pemain senior untuk membela negara," ujar Andika dalam dialog tersebut.

Dari sisi teknis, Prancis diprediksi sedikit lebih unggul berkat kedalaman skuad yang merata serta pola permainan transisi cepat yang mematikan. Meski demikian, Inggris tetap menjadi ancaman serius dengan skema bola mati yang kerap menjadi pembeda, serta kualitas pemain individu seperti Jude Bellingham dan Phil Foden yang mampu menembus pertahanan lawan.

Sorotan juga tertuju pada kebijakan rotasi pelatih, terutama di kubu Prancis. Tekanan publik yang besar untuk memberikan kesempatan bermain kepada pemain yang belum turun lapangan, serta penghormatan bagi pemain senior yang akan pensiun, menjadi dinamika menarik yang dinanti-nantikan oleh para suporter sebelum peluit kick-off dibunyikan.

Andika memprediksi laga ini akan berjalan sengit dengan keunggulan tipis bagi Prancis, yakni 55 persen berbanding 45 persen untuk Inggris. Bagi kedua tim, kemenangan di laga ini bukan sekadar soal trofi hiburan, melainkan bentuk penebusan atas kegagalan mereka melangkah lebih jauh di turnamen yang penuh kejutan ini. (Julfan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....