Kesalahan Kecil Berujung Gagal Jadi Juara

  • 12 Jul 2026 06:40 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Penggemar sepak bola Sangihe, Andika Gahansa, menilai babak perempat final atau delapan besar Piala Dunia 2026 menjadi fase paling krusial bagi seluruh tim yang masih bertahan dalam persaingan memperebutkan gelar juara.

Menurut Andika, setiap tim harus tampil tanpa melakukan kesalahan karena hanya tersisa tiga langkah menuju trofi juara, yakni perempat final, semifinal, dan final. Ia mengatakan kekalahan di fase ini akan mengakhiri perjuangan sebuah tim dan memaksa mereka menunggu empat tahun lagi untuk kembali bersaing di Piala Dunia berikutnya.

"Tidak ada jaminan tim-tim yang gagal melangkah kali ini akan kembali berada di posisi yang sama pada edisi berikutnya, mengingat perkembangan sepak bola dunia terus menghadirkan kekuatan-kekuatan baru, " kata Andika.

Ia mencontohkan konsistensi Maroko yang kembali menembus babak delapan besar dan menjadi tim Afrika pertama yang dua kali berturut-turut mencapai fase tersebut di Piala Dunia.

Meski akhirnya kalah dari Prancis, menurut Andika, pencapaian Maroko membuktikan bahwa negara-negara Afrika kini mampu bersaing dengan tim-tim unggulan hingga fase akhir turnamen.

Andika menambahkan pelatih dituntut menyiapkan mental, taktik, dan strategi terbaik karena pertandingan babak delapan besar menjadi titik penentu sebelum perebutan posisi juara berlangsung di semifinal dan final.

"Banyaknya kejutan pada Piala Dunia 2026. Menurutnya, tim-tim besar seperti Jerman, Brasil, Belanda, dan Portugal gagal memenuhi ekspektasi karena tersingkir lebih awal dari kompetisi", ucap Andika.

Ia mencontohkan kekalahan Jerman dari Paraguay yang dinilai berada di luar prediksi banyak pihak. Menurutnya, status sebagai tim unggulan justru menjadi tekanan tersendiri bagi Jerman, sementara Paraguay tampil lebih lepas tanpa beban.

Pernyataan tersebut disampaikan Andika Gahansa dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Jumat 10 Januari 2026. Ia menilai faktor mental, kondisi fisik, dan waktu pemulihan pemain turut memengaruhi hasil pertandingan sehingga peluang kejutan pada Piala Dunia 2026 semakin terbuka. (Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....