Makna Natal sebagai Peristiwa Perdamaian
- 21 Des 2025 21:43 WIB
- Tahuna
KBRN, Tahuna: Natal bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan peristiwa sejarah yang memperjumpakan kasih Allah dengan kemanusiaan. Kehadiran Allah yang berinkarnasi dalam Yesus Kristus menjadi bagian dari karya keselamatan untuk memulihkan hubungan manusia yang telah rusak oleh dosa.
Pendeta Rovie Fentje Mardesa, M.Teol, mengatakan natal juga dimaknai sebagai tanda besar perdamaian. Melalui kelahiran Yesus, Allah menunjukkan kehendak-Nya untuk memperdamaikan manusia dengan Allah, dengan sesama serta seluruh ciptaan.
"Inilah inti karya keselamatan yang dikerjakan Allah secara utuh dan berkesinambungan,"ujarnya dalam acara Dialog Natal di Prosatu Tahuna, (21/12/2025).
Dalam konteks Alkitabiah, damai yang dihadirkan Natal erat dengan konsep shalom atau damai sejahtera. Shalom mencakup tiga dimensi penting, yakni perdamaian manusia dengan Allah melalui pengorbanan Kristus, perdamaian dengan sesama, serta perdamaian dengan diri sendiri.
"Melalui perayaan Natal, umat diajak untuk merenungkan kembali panggilan menjadi agen perdamaian. Damai sejahtera diharapkan terwujud dalam kehidupan pribadi, keluarga, tempat kerja, dan masyarakat sebagai wujud nyata iman juga penghayatan makna Natal,"katanya. (alvrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....