Tepung Ubi Bisa Padamkan Api, BRIN: Butuh Pengembangan Lebih Lanjut

  • 29 Agt 2026 11:56 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Tepung berbahan dasar ubi atau singkong disebut memiliki potensi untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan teknologi tersebut masih membutuhkan penelitian dan pengembangan lebih lanjut sebelum dapat diterapkan secara luas.

Dilansir dari antaranews.com, Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, secara teori pati singkong memang memungkinkan digunakan dalam teknologi pemadaman. Namun, diperlukan penelitian untuk mengetahui formulasi, efektivitas, keamanan, hingga kemungkinan produksinya dalam skala besar.

“Secara teori memungkinkan,” ujar Arif.

BRIN menjelaskan, teknologi yang sedang dikembangkan bukan sekadar menaburkan tepung singkong biasa ke api. Pati singkong perlu dimodifikasi dan dikombinasikan dengan bahan lain agar memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk membantu mengendalikan api.

Periset Kimia Molekuler BRIN Julinton menjelaskan, formulasi yang dikembangkan memanfaatkan pati singkong termodifikasi, air, wetting agent, serta ammonium polyphosphate (APP).

Air berfungsi menyerap panas dan menurunkan suhu bahan yang terbakar. Pati singkong termodifikasi membantu meningkatkan daya lekat serta mempertahankan cairan pada permukaan vegetasi. Sementara itu, wetting agent membantu cairan menyebar dan menembus bahan bakar vegetasi. APP berperan dalam proses retardasi api ketika material terkena panas.

Saat terkena panas, formulasi tersebut dapat membantu membentuk lapisan karbon atau char. Lapisan ini berfungsi menghambat perpindahan panas serta membatasi kontak antara bahan bakar dan oksigen.

Dengan demikian, mekanismenya bukan sekadar menghilangkan oksigen, melainkan melalui kombinasi pendinginan, peningkatan pembasahan, retensi cairan dan perubahan proses pembakaran material vegetasi seperti yang dikutip dalam situs resmi BRIN brin.go.id.

BRIN menegaskan teknologi berbasis pati singkong tersebut belum dimaksudkan untuk menggantikan seluruh metode pemadaman kebakaran, terutama ketika menghadapi kebakaran dengan intensitas tinggi.

Pengembangannya lebih diarahkan sebagai teknologi pendukung untuk respons awal, mengendalikan penyebaran api, melindungi area strategis, serta menangani titik-titik api. Penerapannya tetap perlu dipadukan dengan personel dan metode pemadaman lainnya.

Arif mengatakan BRIN saat ini masih melakukan kajian untuk mengetahui komposisi yang paling efektif, termasuk kemungkinan menggunakan bahan lain yang memiliki karakteristik mirip pati singkong.(Arjun)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....