Telur Asin, Pangan Bergizi dengan Cita Rasa Khas
- 26 Jul 2026 18:37 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Telur asin merupakan salah satu produk olahan telur, umumnya menggunakan telur bebek yang diawetkan melalui proses pengasinan. Makanan ini telah lama menjadi bagian dari kuliner masyarakat Indonesia karena memiliki cita rasa gurih, tekstur khas, serta daya simpan yang lebih lama dibandingkan telur segar.
Proses pembuatan telur asin dilakukan dengan merendam atau membalut telur menggunakan campuran garam dan media seperti abu gosok, tanah liat, atau adonan serbuk bata merah selama sekitar 10 hingga 14 hari. Selama proses tersebut, garam meresap ke dalam telur sehingga menghasilkan rasa asin sekaligus membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme.
Selain memiliki rasa yang khas, telur asin juga mengandung berbagai zat gizi penting seperti protein, lemak, vitamin A, vitamin B12, selenium, fosfor, dan zat besi. Kandungan protein pada telur asin berperan dalam membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh.
Meski bergizi, konsumsi telur asin sebaiknya dilakukan secara bijak karena kandungan natriumnya lebih tinggi dibandingkan telur biasa. Asupan garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, sehingga masyarakat dianjurkan mengonsumsinya dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.
Di Indonesia, telur asin banyak diproduksi sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Daerah seperti Brebes di Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu sentra produksi telur asin yang memasok kebutuhan berbagai daerah di Indonesia.
Seiring perkembangan kuliner, telur asin tidak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi juga diolah menjadi berbagai menu, seperti nasi campur, aneka lauk, hingga bumbu telur asin (salted egg) yang populer untuk hidangan ayam, udang, maupun camilan.
Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengenai pedoman gizi seimbang serta informasi nilai gizi telur, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengenai pangan asal hewan, telur merupakan sumber protein hewani yang baik. Namun, konsumsi produk olahan dengan kadar garam tinggi seperti telur asin tetap perlu disesuaikan agar manfaat gizinya dapat diperoleh taurnpa meningkatkan risiko kesehatan.(Patricia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....