Faktor Risiko Fatty Liver Perlu Diwaspadai sejak Dini

  • 29 Sep 2026 15:23 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Fatty liver atau perlemakan hati merupakan kondisi ketika lemak menumpuk secara berlebihan dalam hati. Dokter Aprikonus Loris, spesialis penyakit dalam, menjelaskan beberapa faktor yang meningkatkan risiko kondisi tersebut.

Menurut Dokter Loris, berat badan berlebih dan obesitas abdominal menjadi salah satu faktor risiko penting. Penumpukan lemak di sekitar perut berkaitan dengan gangguan metabolisme yang dapat meningkatkan penumpukan lemak hati.

Pola makan juga berperan terhadap meningkatnya risiko perlemakan hati, terutama konsumsi makanan tinggi gula dan lemak. Minuman atau makanan dengan kandungan gula sederhana tinggi juga dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme hati.

Faktor berikutnya adalah tingginya kadar kolesterol LDL dan trigliserida dalam darah.

Gangguan kadar lemak darah tersebut sering berkaitan dengan kondisi metabolik yang meningkatkan risiko fatty liver.

Dokter Loris juga menyebut diabetes sebagai kondisi medis yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan fatty liver. Resistensi insulin dan diabetes tipe dua diketahui berkaitan erat dengan peningkatan risiko perlemakan hati.

Selain diabetes, hipertensi dan gangguan tiroid juga perlu mendapat perhatian dalam menjaga kesehatan metabolisme tubuh.

Sindrom ovarium polikistik atau PCOS juga termasuk kondisi yang dapat berkaitan dengan gangguan metabolisme.

Fatty liver sering tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan penting bagi seseorang yang memiliki faktor risiko tersebut.

Dokter Loris mengingatkan pentingnya menjaga berat badan dan menerapkan pola makan sehat secara konsisten. Aktivitas fisik teratur juga dapat membantu memperbaiki kondisi perlemakan hati dan kesehatan metabolisme. (Arsitini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....