Demam Biasa atau Dengue? Kenali Gejalanya

  • 31 Agt 2026 22:23 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Demam tinggi yang muncul secara mendadak perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut tidak selalu menjadi tanda penyakit ringan, karena bisa menjadi gejala awal infeksi dengue. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan, dengue disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini dapat dialami berbagai kelompok usia, dengan tingkat keparahan yang berbeda.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia gejala yang umum muncul berupa demam tinggi secara tiba-tiba, sakit kepala, nyeri di belakang mata, serta rasa sakit pada otot dan persendian. Penderita juga dapat mengalami mual, muntah, kehilangan nafsu makan, hingga muncul bercak kemerahan pada kulit.

Waspadai Saat Demam Mulai Turun

Masyarakat sering menganggap turunnya suhu tubuh sebagai tanda kesembuhan. Padahal, pada infeksi dengue, periode tersebut dapat bertepatan dengan fase kritis.

Pada tahap ini, penderita berisiko mengalami kebocoran plasma dan perdarahan. Jika tidak mendapatkan pemantauan serta penanganan yang tepat, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi syok.

Tanda bahaya yang perlu segera mendapat pertolongan medis antara lain nyeri perut hebat, muntah berulang, perdarahan dari hidung atau gusi, muntah darah, buang air besar dengan tinja berwarna hitam, tubuh sangat lemas, tangan dan kaki terasa dingin, serta perubahan kesadaran.

Pemeriksaan Penting Dilakukan

Gejala saja belum cukup untuk memastikan seseorang terinfeksi dengue. Tenaga kesehatan dapat melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium sesuai kondisi pasien, termasuk pemeriksaan darah serta deteksi antigen NS1 atau antibodi IgG dan IgM.

Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh demam, khususnya ketika muncul secara mendadak dan disertai keluhan lain yang mengarah pada dengue.

Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila kondisi semakin memburuk atau ditemukan tanda bahaya. Deteksi dan pemantauan sejak dini menjadi bagian penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih berat. (Olvy)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....