Musim Kemarau, Warga Diimbau Cegah Dehidrasi
- 30 Agt 2026 22:23 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Musim kemarau yang ditandai dengan kondisi cuaca lebih panas membuat masyarakat perlu mewaspadai risiko dehidrasi. Pemenuhan kebutuhan cairan tubuh menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan selama cuaca panas.
Dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan yang masuk. Setiap hari, tubuh secara alami kehilangan air melalui berbagai fungsi tubuh. Kondisi tersebut dapat semakin meningkat ketika cuaca panas karena tubuh lebih banyak mengeluarkan cairan melalui keringat.
Mengutip Halodoc, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dehidrasi, terutama saat cuaca panas.
1. Minum saat merasa haus.
Masyarakat dianjurkan segera minum air putih ketika mulai merasa haus. Untuk mengantisipasi kekurangan cairan saat bepergian, membawa botol air minum dapat menjadi pilihan.
Cuaca panas juga menjadi kondisi yang membuat tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Kebutuhan air setiap orang dapat berbeda, bergantung pada berat badan dan banyaknya keringat yang dikeluarkan.
2. Penuhi kebutuhan air setiap hari.
Kecukupan cairan tubuh perlu dijaga dengan rutin mengonsumsi air putih. Kebutuhan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas. Pada umumnya, kebutuhan cairan laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan.
3. Konsumsi buah dan sayuran.
Buah dan sayuran yang memiliki kandungan air tinggi dapat membantu mencegah dehidrasi. Beberapa di antaranya adalah melon, stroberi, dan semangka yang memiliki kandungan air sekitar 90 hingga 99 persen.
Sementara apel, anggur, jeruk, dan nanas memiliki kandungan air sekitar 80 hingga 89 persen.
4. Biasakan minum air setelah bangun tidur.
Minum segelas air setelah bangun pagi dapat menjadi kebiasaan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan. Masyarakat juga dianjurkan menyediakan air minum di dekat tempat tidur agar lebih mudah membiasakan diri.
Kebutuhan air tetap perlu disesuaikan dengan tingkat aktivitas fisik yang dilakukan sepanjang hari, terlebih ketika aktivitas tersebut membuat tubuh banyak berkeringat.
5. Buat rasa air lebih enak.
Bagi masyarakat yang kurang menyukai rasa tawar air putih, dapat menambahkan perasan lemon atau jeruk nipis ke dalam air minum. Alternatif lainnya adalah mengonsumsi jus buah atau sayuran tanpa tambahan pemanis dan soda.
6. Hindari berada di luar ruangan saat cuaca terlalu panas.
Paparan sinar matahari secara berlebihan dapat membuat tubuh kehilangan air dan elektrolit penting, seperti natrium dan kalium. Dalam kondisi yang lebih parah, hal tersebut dapat meningkatkan risiko sengatan panas.
Karena itu, masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam ruangan ketika cuaca terlalu panas apabila tidak memiliki keperluan mendesak untuk beraktivitas di luar. Selain itu, konsumsi kopi, soda, teh berkafein, dan alkohol perlu dihindari atau dibatasi karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
Dengan menjaga kecukupan cairan, mengonsumsi buah dan sayuran, serta membatasi paparan panas, masyarakat dapat mengurangi risiko dehidrasi selama musim kemarau.
Apabila mengalami dehidrasi, terutama dalam kondisi berat, masyarakat dianjurkan segera mencari pertolongan dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat. (alvrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....