Loka POM Sangihe Gelar Sosialisasi Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat

  • 28 Agt 2026 06:34 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna — Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Sosialisasi Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu yang sering disalahgunakan, pada kamis 27 agustus 2026, di Tahuna Beach Hotel.

Aksi Nasional dengan Tema: "Lawan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu, Selamatkan Generasi Bangsa" menjadi bentuk komitmen kuat untuk menekan kasus di setiap daerah.

Kepala Loka POM Kabupaten Kepulauan Sangihe, Christian Aspriamijaya, S.Si., Apt., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Aksi Nasional yang telah dilaksanakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selama beberapa bulan terakhir.

“Agenda hari ini merupakan serangkaian Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu yang sering disalahgunakan di Sangihe. Ini merupakan aksi nasional yang sebenarnya sudah dilaksanakan selama beberapa bulan terakhir,” kata Christian.

Menurutnya, Aksi Nasional tersebut sebelumnya telah dibuka oleh Kepala BPOM bersama Deputi Penindakan BPOM. Selanjutnya, seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM di Indonesia, termasuk Loka POM di Sangihe, turut melaksanakan kegiatan yang sama.

Christian menegaskan, upaya pencegahan penyalahgunaan obat membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, Loka POM Sangihe terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, lintas sektor, masyarakat, hingga media.

“Urgensinya kegiatan ini kita patut menjalin kolaborasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, lintas sektor terkait, bahkan masyarakat luas dan media, untuk bersama-sama menggaungkan upaya pencegahan penyalahgunaan obat-obat tertentu yang sering disalahgunakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, obat-obat tertentu pada dasarnya memiliki manfaat dan digunakan untuk indikasi medis. Namun, kandungan atau efek tertentu yang seharusnya berada dalam pengawasan medis justru dapat disalahgunakan oleh oknum untuk mendapatkan efek yang tidak sesuai dengan tujuan pengobatan.

Akibatnya, penggunaan obat secara ilegal tersebut dapat menimbulkan dampak yang tidak sesuai dengan indikasi medis serta berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan penggunanya.

"Melalui aksi Nasional ini harapannya kedepan kasus penyalahgunaan obat tertentu dapat menurun," ucapnya.

Christian berharap pelaksanaan Aksi Nasional ini dapat memberikan dampak terhadap penurunan angka penyalahgunaan obat-obat tertentu, khususnya melalui penguatan edukasi, pengawasan, serta sinergi lintas sektor.

Dalam kegiatan sehari di TBH tersebut peserta yang hadir juga mendapatkan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya penggunaan obat dan aspek hukumnya. Selain itu para peserta juga diajak untuk berdialog bersama narasumber berkompeten baik secara virtual maupun hadir langsung.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama terhadap upaya menekan penyalahgunaan obat jenis tertentu oleh perwakilan dari unsur Pemerintah Daerah, Forkopimda, dunia pendidikan, elemen masyarakat serta pekerja media. (Anthon)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....