Kolostrum Perkuat Kekebalan Bayi sejak Lahir
- 04 Agt 2026 21:31 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe mengingatkan pentingnya pemberian kolostrum atau ASI pertama yang keluar setelah persalinan. Cairan berwarna kekuningan dan beraroma khas tersebut mengandung antibodi alami yang berperan penting dalam melindungi bayi dari berbagai penyakit sejak awal kehidupan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Adrince Carolina, SKM dalam Dialog Interaktif di Prosatu RRI Tahuna,Senin 3 Agustus 2026 mengatakan kolostrum merupakan ASI terbaik yang harus segera diberikan kepada bayi setelah lahir. Menurutnya, kandungan antibodi pada kolostrum tidak dapat ditemukan pada susu jenis apa pun.
"Kolostrum memang berwarna kekuningan dan baunya agak amis, tetapi di dalamnya terdapat zat-zat antibodi yang tidak ada pada susu mana pun. Karena itu, ASI pertama yang keluar harus segera diberikan kepada bayi," ujar Adrince.
Ia menjelaskan, bayi yang memperoleh ASI sejak lahir memiliki peluang lebih baik dalam perkembangan kognitif karena ASI mengandung asam lemak esensial yang berperan dalam perkembangan otak.
Selain itu, antibodi alami dalam ASI membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga bayi tidak mudah terserang infeksi. Sebaliknya, anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berisiko memiliki kekebalan tubuh lebih rendah dan pada masa mendatang berpotensi mengalami gangguan kesehatan, termasuk diabetes melitus tipe 2 jika tidak diimbangi pola hidup sehat.
Adrince juga menekankan pentingnya dukungan suami dan keluarga selama masa menyusui. Menurutnya, kondisi psikologis ibu sangat memengaruhi produksi ASI. Ibu yang merasa tenang dan mendapat dukungan emosional cenderung menghasilkan ASI lebih optimal serta mampu membangun ikatan emosional yang kuat dengan bayinya selama proses menyusui.
Di sisi lain, masih terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan ibu tidak dapat memberikan ASI eksklusif. Beberapa di antaranya adalah puting lecet akibat pelekatan yang kurang tepat, payudara bengkak karena ASI jarang dikeluarkan, mastitis atau radang payudara yang disertai nyeri, bengkak dan demam, hingga kondisi bayi prematur yang mengalami kesulitan mengisap ASI secara efektif.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Adrince menyarankan agar ibu memperbaiki teknik pelekatan dengan memastikan mulut bayi terbuka lebar dan mencakup sebagian besar areola, bukan hanya puting. Ia juga mengimbau agar bayi disusui sesering mungkin sesuai kebutuhannya untuk menjaga kelancaran produksi ASI, serta mengoleskan sedikit ASI pada area puting setelah menyusui sebagai pelembap alami yang membantu mempercepat proses pemulihan.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....