Pare, Pahit tapi Menyehatkan

  • 30 Jul 2026 18:43 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Pare (Momordica charantia) merupakan salah satu jenis sayuran yang kurang disukai karena memiliki rasa pahit yang tajam. Meskipun memiliki rasa pahit, tapi pare bisa digunakan sebagai obat tradisional.

Sayur berbentuk lonjong dengan tekstur kulit berbintil-bintil ini merupakan bahan makanan rendah kalori yang menyimpan segudang nutrisi yang luar biasa bagi kesehatan manusia.

Memasukan pare ke dalam pola makan seimbang bisa menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup dan menjaga stabilitas metabolisme tubuh.

Dilansir dari laman Halococ.com, dalam 100 gram pare mentah, terdapat sekitar:

Energi: 17-20 kalori

Karbohidrat: 3,7 gram

Serat: 2,8 gram (sekitar 10% dari kebutuhan harian)

Vitamin C: Menyuplai hingga 80-90% kebutuhan harian (sangat tinggi)

Vitamin A: Menyuplai sekitar 40% kebutuhan harian

Folat: 72 mcg (18% kebutuhan harian)

Kalium, Seng, dan Zat Besi dalam jumlah yang signifikan

Selain vitamin dan mineral, pare mengandung senyawa bioaktif seperti polipeptida-p, vicine, dan charantin yang berperan langsung dalam metabolisme tubuh. Manfaat yang bisa didapat yaitu :

1. Membantu Menurunkan Gula Darah

Salah satu manfaat paling terkenal dari pare adalah kemampuannya dalam mengelola diabetes. Pare mengandung tiga senyawa aktif utama seperti charantin, vicine, dan polipeptida-p.

Polipeptida-p bertindak sangat mirip dengan insulin alami tubuh, membantu membawa gula dari aliran darah ke dalam sel-sel untuk diubah menjadi energi.

Bagi penderita diabetes tipe 2, pare dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menghambat enzim yang memecah gula sederhana. Jika merasakan gejala gula darah tinggi yang sama seperti tanda awal diabetes, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

2. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak pare dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (jahat), dan trigliserida.

Dengan menurunkan kadar lemak darah yang menyumbat arteri, pare berkontribusi dalam menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko stroke serta penyakit jantung koroner. Senyawa fitonutrien di dalamnya bekerja dengan cara menghambat penyerapan lemak di usus.

3. Mendukung Penurunan Berat Badan

Pare sangat baik untuk menjalani program diet. Kandungan kalori yang rendah digabungkan dengan serat yang tinggi membuat perut kenyang lebih lama. Selain itu, pare membantu merangsang sekresi empedu untuk metabolisme lemak yang lebih cepat.

Mengonsumsi pare secara rutin dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mencegah penumpukan lemak visceral di area perut.

4. Meningkatkan Kesehatan Kulit dan Luka.

Kandungan vitamin C yang tinggi pada pare berperan sebagai antioksidan kuat yang melawan radikal bebas penyebab penuaan dini. Selain itu, sifat antimikroba dan anti-inflamasi pada pare membantu mengatasi masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, dan eksim.

5. Meningkatkan Kekebalan Tubuh.

Pare kaya akan antioksidan yang membantu memperkuat sistem imun dalam melawan serangan virus dan bakteri. Vitamin C dan vitamin A bisa merangsang produksi sel darah putih yang bertugas menjaga tubuh dari infeksi. Mengonsumsi pare secara rutin, terutama saat musim pancaroba, dapat membantu tubuh tetap bugar dan tidak mudah jatuh sakit.

6. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Serat dalam pare membantu melancarkan pergerakan usus, mencegah sembelit, dan menjaga kesehatan mikrobiota usus. Pare juga memiliki efek pencahar ringan yang membantu membersihkan sistem pencernaan dari racun. Senyawa pahitnya merangsang produksi enzim pencernaan yang membantu pemecahan makanan menjadi lebih efisien.

Untuk mengurangi rasa pahit, iris pare tipis-tipis dan taburi garam, biarkan 15 menit lalu peras airnya. Rendam irisan pare dalam air asam jawa atau air cuka selama 10 menit.

Rebus sebentar (blanching) dalam air mendidih sebelum dimasak lebih lanjut. (Ac)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....