Ramai Dibicarakan Histamin pada Ikan Cakalang, Ini Faktanya!

  • 29 Jul 2026 03:15 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Ikan cakalang merupakan salah satu jenis ikan laut yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia termasuk Kab. Kepl. Sangihe karena kaya akan protein, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral. Namun, belakangan muncul anggapan bahwa ikan cakalang mengandung histamin yang berbahaya bagi tubuh. Benarkah demikian?

Faktanya, ikan cakalang memang mengandung histidin, yaitu asam amino yang secara alami terdapat dalam daging ikan. Dilansir dari Science Direct, histidin penting bagi sistem kekebalan tubuh dengan memediasi pertumbuhan dan fungsi sel-sel kekebalan tubuh. Namun, apabila ikan tidak segera didinginkan setelah ditangkap atau disimpan pada suhu yang tidak sesuai, bakteri dapat mengubah histidin menjadi histamin, senyawa yang dapat menyebabkan keracunan makanan jika kadarnya terlalu tinggi.

Histamin bukanlah racun alami yang dimiliki ikan cakalang. Senyawa ini terbentuk akibat penanganan pascapanen yang kurang baik, seperti keterlambatan pemberian es, penyimpanan pada suhu ruang dalam waktu lama, atau terputusnya rantai pendingin selama distribusi. Semakin lama ikan berada pada suhu hangat, semakin besar peluang kadar histamin meningkat.

Mengonsumsi ikan dengan kadar histamin tinggi dapat memicu keracunan histamin atau scombroid poisoning. Gejalanya dapat muncul hanya beberapa menit hingga satu jam setelah mengonsumsi ikan, di antaranya wajah kemerahan, gatal-gatal, sakit kepala, mual, muntah, diare, hingga jantung berdebar. Pada sebagian orang, gejala tersebut sering disalahartikan sebagai reaksi alergi terhadap ikan.

Yang perlu diketahui, histamin bersifat tahan panas. Artinya, proses memasak, menggoreng, memanggang, maupun mengasap ikan tidak dapat menghilangkan histamin yang sudah terbentuk. Karena itu, keamanan ikan lebih ditentukan oleh cara penanganan sejak ikan ditangkap, bukan hanya proses memasaknya.

Untuk mencegah terbentuknya histamin, ikan cakalang sebaiknya segera didinginkan menggunakan es setelah ditangkap dan disimpan pada suhu sekitar 0–4 derajat Celsius atau dibekukan jika tidak langsung diolah. Menjaga rantai dingin hingga proses distribusi dan penjualan menjadi langkah paling efektif untuk mempertahankan mutu sekaligus menjamin keamanan pangan.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu takut mengonsumsi ikan cakalang. Selama ikan ditangani dengan benar dan berasal dari sumber yang terpercaya, cakalang tetap merupakan pilihan pangan bergizi tinggi yang aman dikonsumsi. Justru penanganan yang tidak tepat setelah penangkapan menjadi faktor utama yang dapat meningkatkan kadar histamin dan membahayakan kesehatan konsumen. (Arjun)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....