Benjolan Kelenjar Getah Bening: Kenali Infeksi, TBC, dan Limfoma
- 30 Jun 2026 20:21 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Munculnya benjolan di area leher, ketiak, atau selangkangan sering menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang. Banyak yang langsung menganggapnya sebagai tanda kanker, padahal penyebabpembengkakan kelenjar getah bening sangat beragam, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi serius. Untuk memberikan pemahaman yang jelas, Dokter Aprikonus Loris, Spesialis Penyakit Dalam, menjelaskan secara rinci mengenai perbedaan dan langkah yang harus diambil.
Menurut Dokter Aprikonus, limfoma adalah salah satu jenis kanker yang menyerang sistem pertahanan tubuh, tepatnya pada kelenjar getah bening. Pada kondisi ini, sel-sel abnormal tumbuh dan berkembang biak secara tidak terkendali, sehingga menyebabkan pembesaran jaringan kelenjar tersebut.
“Gejala yang paling umum terlihat adalah muncul benjolan, terutama di leher atau ketiak. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua benjolan berarti limfoma. Sering kali kondisi ini disalahartikan dengan masalah kesehatan lain, sehingga penanganannya bisa menjadi kurang tepat,” tegas Dokter Aprikornus.
Berikut adalah tiga penyebab utama pembengkakan kelenjar getah bening yang paling sering dijumpai, yaitu :
- Infeksi Bakteri
Ini adalah penyebab paling umum. Terjadi ketika ada peradangan atau infeksi di area sekitar, misalnya gigi berlubang, radang tenggorokan, infeksi telinga, atau gangguan pada saluran pernapasan. Ciri khasnya: benjolan terasa nyeri saat disentuh, teksturnya lunak, dan ukurannya akan mengecil secara bertahap setelah infeksi sembuh.
2. Infeksi Tuberkulosis (TBC)
Disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang jaringan kelenjar. Benjolan biasanya tumbuh perlahan, bisa terasa sedikit keras, dan kadang melekat pada jaringan di sekitarnya. Biasanya disertai gejala lain seperti demam ringan di sore hari, keringat berlebih saat tidur, nafsu makan menurun, dan berat badan turun tanpa alasan jelas.
3. Limfoma
Merupakan pertumbuhan sel kanker pada kelenjar getah bening itu sendiri. Ciri khasnya berbeda dengan infeksi: benjolan umumnya tidak terasa sakit, teksturnya kenyal atau agak padat, dan ukurannya terus membesar seiring berjalannya waktu tanpa tanda-tanda mengecil. Kondisi ini sering disertai rasa lelah yang berlebihan, demam tanpa sebab yang jelas, keringat malam yang banyak, serta penurunan berat badan yang signifikan.
Karena gejalanya sering terlihat mirip, Dokter Aprikonus menekankan pentingnya diagnosis yang akurat.
“Banyak kasus limfoma awalnya diduga hanya infeksi biasa atau TBC, sehingga pengobatannya tertunda. Padahal penanganan untuk masing-masing kondisi sangat berbeda,” ujar Dokter Apri
Untuk memastikan penyebab pastinya, pemeriksaan lanjutan sangat diperlukan. Langkah yang paling dapat diandalkan adalah mengambil sampel jaringan atau cairan dari benjolan untuk diperiksa di laboratorium. Hasil ini akan menentukan jenis penyakit dan memungkinkan dokter memberikan terapi yang paling efektif. (Arsitini)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....