Mengenali Dampak Marah bagi Kesehatan
- 30 Jun 2026 17:26 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Marah merupakan emosi alami yang dialami setiap orang sebagai respons terhadap situasi yang dianggap mengganggu, tidak adil, atau mengecewakan. Namun, apabila tidak dikelola dengan baik, kemarahan dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental seseorang.
Saat seseorang sedang marah, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Kondisi ini menyebabkan detak jantung meningkat, tekanan darah naik, serta otot-otot tubuh menjadi lebih tegang. Reaksi tersebut merupakan bagian dari mekanisme alami tubuh dalam menghadapi tekanan.
Dalam jangka pendek, rasa marah yang muncul sesekali umumnya tidak menimbulkan masalah serius. Akan tetapi, kemarahan yang terjadi berulang kali dan berlangsung lama dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga gangguan tidur.
Dilansir dari American Psychological Association (APA), Selain berdampak pada fisik, kemarahan yang tidak terkendali juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Seseorang yang sering marah cenderung mengalami stres berkepanjangan, kecemasan, serta kesulitan menjalin hubungan sosial dengan keluarga, teman, maupun rekan kerja.
Para ahli menyarankan agar kemarahan dikelola dengan cara yang sehat, seperti menarik napas dalam-dalam, berolahraga, berbicara dengan orang yang dipercaya, atau mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi ketegangan dan mencegah dampak negatif yang lebih besar.
Dengan memahami penyebab dan dampaknya, setiap orang dapat belajar mengendalikan emosi secara lebih bijaksana. Kemampuan mengelola kemarahan tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan diri sendiri, tetapi juga membantu menciptakan hubungan yang lebih harmonis dengan orang lain.(Azizah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....