Memutus Mata Rantai DBD Melalui Gerakan 3M Plus
- 26 Jun 2026 20:53 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID - Tahuna: Penanggulangan utama agar penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD agar tidak bertambah melalui gerakan 3M plus. Dengan memutus mata rantai penularan dan membasmi sarang nyamuk pembawa Aedes Aegypti.
Hal tersebut disampaikan dr. Hellen Iyong, selaku kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sangihe. Dalam program acara Dialog Interaktif Programa 1 RRI Tahuna.
Dikatakannya, kesadaran masyarakat adalah garda terdepan dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Karena memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti jauh lebih efektif dibandingkan mengandalkan pengobatan medis setelah terinfeksi.
"Menguras, menutup dan memanfaatkan kembali barang bekas atau kita kenal dengan gerakan 3M," kata dr. Hellen.
Selain 3M, langkah yang bisa dilakukan adalah memelihara ikan pemakan jentik, menaburkan bubuk abate. Kemudian memasang kawat kasa serta menggunakan losion anti nyamuk.
Keberhasilan pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada pemerintah atau petugas kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Kerja sama melalui kegiatan kerja bakti dan pemeriksaan jentik secara berkala dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit di lingkungan sekitar.
Dengan menerapkan Gerakan 3M Plus secara konsisten, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari ancaman DBD. Pencegahan yang dilakukan sejak dini merupakan langkah terbaik untuk melindungi keluarga dan memutus mata rantai penyebaran demam berdarah.(UMY)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....